Petugas mengevakuasi warga akibat banjir di Medan, Senin (28/8/2022). (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan)
Petugas mengevakuasi warga akibat banjir di Medan, Senin (28/8/2022). (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan)

Medan Banjir, Wali Kota Desak Normalisasi Sungai Deli

Antara • 01 Maret 2022 07:57
Medan: Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II segera melakukan normalisasi Sungai Deli, terutama di kawasan Medan bagian utara.
 
"Ribuan rumah di Medan Labuhan terendam banjir akibat luapan Sungai Deli yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras turun," kata dia di Medan, Sumatra Utara, Senin, 28 Februari 2022.
 
Kondisi ini, lanjut dia, mengakibatkan ribuan warga terpaksa dievakuasi untuk mengungsi ke tempat-tempat yang jauh dari luapan sungai di Medan Labuhan yang merupakan salah satu kecamatan di Medan bagian utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan luapan Sungai Deli terjadi akibat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan, karena sudah bertahun-tahun lamanya tidak dilakukan pengerukan sedimen.
 
Dalam banyak kesempatan rapat bersama BWS Sumatera II, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta agar dilakukan normalisasi sungai-sungai yang melintasi Kota Medan, karena hanya BWS Sumatera II diizinkan melakukan normalisasi.
 
Baca juga: Arus Balik Tol Jakarta-Cikampek Lancar
 
"Normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir di Kota Medan akibat luapan air sungai yang tidak tertampung debit air," kata dia.
 
Camat Medan Labuhan, Indra Utama, mengaku ada tiga kelurahan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Deli, yakni Besar, Martubung, dan Pekan Labuhan.
 
"Dari tiga kelurahan itu ada 14 lingkungan dan 2.586 rumah dan semuanya itu dilintasi Sungai Deli," kata dia.
 
Mulai Ahad malam, 27 Februari 2022, jajaran pihak Kecamatan Medan Labuhan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan mengevakuasi warga dan mendirikan dapur umum.
 
Pihaknya juga membenarkan permasalahan utama banjir di Medan Labuhan ini Sungai Deli mengalami pendangkalan, sedangkan di kecamatan ini tidak memiliki saluran pembuangan air, selain Sungai Deli.
 
"Jika Sungai Deli masih tinggi, air tidak dapat dibuang. Kami hanya menunggu air di sungai surut, baru banjir di Medan Labuhan dapat teratasi," terangnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif