ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

3 Anak Tewas Terseret Banjir di NTT

Media Indonesia • 04 Juli 2022 09:40
NTT: Sebanyak empat anak terseret banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari empat korban tersebut, tiga orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 
 
Sedangkan satu orang belum ditemukan. Korban pertama bernama Adrison Ngedo, 13, asal Desa Netutnana, Kecamatan Amanuban Selatan, terseret banjir Sungai Noemetan Noetoko pada Kamis, 30 Juni 2022. 
 
Jenazah ditemukan sekitar 18 kilometer (km) dari lokasi kejadian pada Minggu, 3 Juli 2022.  Kejadian kedua di Desa Fotilo, Kecamatan Amanatun Utara, pada Sabtu, 2 Juli 2022, pukul 15.00 Wita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejadian ini menimpa dua remaja putri bernama Desi Kase, 14, dan Foni Kase, 17. Mereka terseret banjir saat melintasi sungai Tumutu yang sedang banjir.
 
"Kedua korban adalah kakak beradik hendak kembali kampung Tolanas ke rumah mereka di Kampung Tainmetan melewati sungai yang sedang banjir sehingga menyebabkan keduanya terbawa arus sungai," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang I Putu Sudaya, Senin, 4 Juli 2022.
 
Korban Desi Kase ditemukan dalam kondisi meninggal pada Minggu, 3 Juli 2022. Upaya pencarian terhadap satu korban lagi masih berlangsung sampai Senin pagi.
 
Baca: Pemkab Bogor Pasang Jembatan Darurat Usai Banjir Bandang di Leuwiliang
 
Adapun korban keempat bernama Christian Galang Koten, 13, asal Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Ia tergulung ombak saat berwisata di Pantai Fatu'un, Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Timor Tengah Selatan pada Minggu, 4 Juli 2022.
 
Ia berhasil dievakuasi aparat kepolisian setempat, sekitar 150 meter dari bibir pantai dalam kondisi tidak bernyawa. Selama dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di NTT dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang memicu banjir.
 
Sesuai laporan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, wilayah NTT sedang dilanda fenomena la nina (kemarau basah). Kondisi tersebut memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat melanda disertai petir melanda seluruh kabupaten dan kota.
 
Banjir juga mengakibatkan putusnya Jembatan Boking yang menghubungkan Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan Kabupaten Malaka. Oprit jembatan yang terletak di Desa Boking, Kecamatan Boking ini tergerus air sekitar 10 meter, sedangkan badan jembatan tetap utuh.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif