Inspektur Jenderal Kemdag, Srie Agustina didampingi Kepala Bulog Divre Sulselbar, Mansyur di Gudang Bulog Makassar, Kamis 11 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Inspektur Jenderal Kemdag, Srie Agustina didampingi Kepala Bulog Divre Sulselbar, Mansyur di Gudang Bulog Makassar, Kamis 11 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Bulog Sulselbar Jamin Stok Beras Aman

Muhammad Syawaluddin • 12 April 2019 17:55
Makassar: Perum Bulog Regional Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) memastikan bahwa persediaan stok beras aman. Dengan stok beras yang mencapai 140 ribu ton. Jumlah tersebut diyakini akan bertahan hingga 40 bulan ke depan. 
 
"Stok beras kita akan aman hingga 40 bulan. Bahkan, sekarang masih ada beberapa daerah yang masuk masa panen," kata Kepala Bulog Divre Sulselbar, Mansyur, saat dikonfirmasi, Jumat 12 April 2019.
 
Olehnya itu, Bulog menjamin, dengan jumlah stok beras yang saat ini ada maka harga beras di pasaran tidak akan mengalami kenaikan. Apalagi, dengan adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

"Harga beras paling berkisar Rp8.500. HET-nya dari dinas perdagangan itu Rp9.450, itu belum mencapai range," ungkapnya. 
 
Tidak hanya itu, Bulog juga saat ini tengah mengangani penyediaan stok untuk bahak pokok lain seperti minyak goreng, gula, dan daging beku. Dan Bulog juga telah menjamin hal itu sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan bahan tersebut. 
 
"Bahan itu dijamin melalui rumah pangan. Jadi, rumah pangan itu nantinya akan memudahkan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," jelasnya. 
 
Mansyur, menjelaskan bahwa saat ini stok kebutuhan pokok untuk minyak goreng, gula, dan daging beku juga cukup aman. Bahkan, stok yang ada saat ini bisa menjamin ketersediaan hingga bulan Desember 2019 mendatang. 
 
Saat ini stok yang ada di Bulog untuk kebutuhan tersebut yakni ada lebih 60.000 liter minyak goreng. Sementara, untuk gula masih ada sekitar 21.000 ton, bawang merah dengan stok 13.000 ton.
 
Untuk menjaga stabilitas harga dan kebutuhan pokok masyarakat jelang ramadan, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan dinas perdagangan. Misalnya saja dengan melakukan operasi pasar jika dibutuhkan, termasuk dengan menggelar pasar murah.
 
Sebelumnya, pada Rakorda yang dilakukan oleh Kemendag di Makassar, Inspektur Jenderal Kemendag, Srie Agutina, menyampaikan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar berperan aktif menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok di wilayah masing masing menjelang Puasa dan Lebaran 2019. Pemerintah siap mengisi stok beras medium di pasar rakyat bila terjadi kekurangan.
 
“Pelaku usaha wajib menjual beras medium dengan HET. Jika ada yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” tegas, Srie. 
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>