medcom.id, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantah bantuan holtikultura untuk korban erupsi Gunung Kelud tidak tersalurkan. Seluruh bantuan benih sudah diserahkan sesuai dengan daftar nama nama korban.
"Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya jenis holtikultura jalan sesuai dengan rencana, tidak ada yang tidak tersalurkan," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa (22/4).
Sebelumnya, Kepala Dusun Kutut Sambiredjo, Kecamatan Ngantang, Kabuoaten Malang, Islamadi mengeluhkan belum menerima bantuan benih holtikultura, seperti cabai, sawi, dan bawang merah.
Bantuan benih sudah diberikan pasca erupsi untuk tiga Kabupetan, yakni Malang, Kediri dan Blitar. Namun, Soekarwo tidak menjelaskan jumlah bantuan yang diberikan.
Pihaknya sudah menerima laporan bahwa bantuan benih yang diberikan sudah ditanam. Sekarang baru berumur satu bulan sehingga belum masa panen.
Selama menunggu masa panen itu, kewajiban Pemerintah Kabupaten dan kota yang menyiapkan beras selama tiga bulan. Bila tidak mampu bisa meminta bantuan ke Pemprov Jatim.
"Jadi kalau sekarang ada yang mengeluhkan tidak ada bantuan, salah besar. Karena bantuan sudah diberikan, tapi kalau belum panen memang iya, karena harus menunggu tiga bulan," ujar Gubernur.
Hingga kini Pemprov Jatim belum menerima laporan adanya komplain soal bantuan benih, termasuk permohonan beras dari Pemkab atau pemkot. "Artinya tidak ada masalah dengan bantuan itu," ujar Soekarwo.
medcom.id, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantah bantuan holtikultura untuk korban erupsi Gunung Kelud tidak tersalurkan. Seluruh bantuan benih sudah diserahkan sesuai dengan daftar nama nama korban.
"Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya jenis holtikultura jalan sesuai dengan rencana, tidak ada yang tidak tersalurkan," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa (22/4).
Sebelumnya, Kepala Dusun Kutut Sambiredjo, Kecamatan Ngantang, Kabuoaten Malang, Islamadi mengeluhkan belum menerima bantuan benih holtikultura, seperti cabai, sawi, dan bawang merah.
Bantuan benih sudah diberikan pasca erupsi untuk tiga Kabupetan, yakni Malang, Kediri dan Blitar. Namun, Soekarwo tidak menjelaskan jumlah bantuan yang diberikan.
Pihaknya sudah menerima laporan bahwa bantuan benih yang diberikan sudah ditanam. Sekarang baru berumur satu bulan sehingga belum masa panen.
Selama menunggu masa panen itu, kewajiban Pemerintah Kabupaten dan kota yang menyiapkan beras selama tiga bulan. Bila tidak mampu bisa meminta bantuan ke Pemprov Jatim.
"Jadi kalau sekarang ada yang mengeluhkan tidak ada bantuan, salah besar. Karena bantuan sudah diberikan, tapi kalau belum panen memang iya, karena harus menunggu tiga bulan," ujar Gubernur.
Hingga kini Pemprov Jatim belum menerima laporan adanya komplain soal bantuan benih, termasuk permohonan beras dari Pemkab atau pemkot. "Artinya tidak ada masalah dengan bantuan itu," ujar Soekarwo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGT)