Polda Tunggu Hasil Labfor Kebakaran Kapal di Benoa
Kebakaran puluhan kapal nelayan di Pelabuhan Benoa Bali/ANT/Fikri Yusuf
Denpasar: Kepolisian Daerah Bali masih menunggu perkembangan hasil penyidikan dan penyelidikan dari Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar, terkait penyebab kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa, Denpasar, beberapa waktu lalu.

"Untuk perkembangan penyidikan kapal terbakar masih dilakukan pemeriksaaan di Labfor dan saat ini masih dilakukan anggota," kata Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose usai membuka apel Hari Bhayangkara ke-72 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu, 11 Juli 2018.

Untuk hasil penyelidikan dari tim Labfor, jenderal bintang dua ini menegaskan belum bisa menyampaikan hasilnya ke publik karena dirinya juga belum menerima hasil laporan dari tim Labfor terkait kebakaran kapal itu.


Terkait pemeriksaan alat bukti seperti 14 orang saksi di antaranya dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK) masih dilakukan secara intensif. Namun, untuk menguatkan alat bukti yang dapat ini juga dibutuhkan keterangan ahli.

"Minimal alat bukti yang terkumpul sesuai dengan hukum acara pindana, minimal ada dua alat bukti yang sah dan ada juga bukan alat bukti namun sah dimata hukum," ucapnya.

Terkait adanya indikasi kelalaian dari pihak nakhoda dan ABK, Golose tidak mau melangkahi proses penyidikan dan penyelidikan Labfor dan proses ini bisa dilakukan sesudah adanya keterangan ahli.

"Keterangan ahli ini dikeluarkan oleh tim Labfor, berdasarkan pemeriksaan yang signifikan di tempat kejadian perkara. Jadi saat ini masih dalam proses penyidikan," tuturnya.

Baca: Korsleting Diduga Penyebab 40 Kapal Nelayan di Pelabuhan Benoa Bali Terbakar

Pihaknya juga akan memeriksa kepada perusahaan yang memiliki kapal tersebut terkait kejadian kebakaran di Pelabuhan Benoa ini. "Nanti kami pasti periksa perusahaan yang memiliki kapal yang terbakar ini," ujarnya, menegaskan.

Sebelumnya, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi dari nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang mengetahui kejadian kebakaran kapal itu.

"Pemeriksaan saksi sedang berjalan dan berdasarkan keterangan salah satu
ABK, menyampaikan bahwa dugaan awal munculnya api dari mesin kapal untuk menyalakan lampu dan menanak nasi yang konsleting dan menjadi pemicu kebakaran," ujarnya.

Untuk hasil pemeriksaan seluruh saksi Hadi belum bisa menjelaskan terkait apa saja yang diperiksa, karena masih dilakukan pemeriksaan mendalam. Selain itu, Labfor juga masih menyelidiki penyebab utama kebakaran kapal itu terjadi.

Dugaan sementara, kata Hadi, pemicu kebakaran 40 unit kapal itu berasal dari api yang membesar dari salah satu kapal motor Cilacap Jaya Karya. "Sementara baru itu saja yang bisa disampaikan dan pemeriksaan masih berjalan. Kita masih menunggu Labfor melakukan penyelidikan hingga satu minggu ke depan," ujar mantan Kapolres Gianyar ini.






(ALB)