Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Foto: MTVN/M Rodhi Aulia
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Foto: MTVN/M Rodhi Aulia

Bupati Yoyok Berharap Ada Bantuan USAID Lagi

M Rodhi Aulia • 16 Maret 2016 15:31
medcom.id, Batang: Pemerintah Kabupaten Batang merasakan manfaat program perluasan akses mendapat air bersih dan layanan sanitasi. Namun, hari ini, program yang didanai U.S. Agency for International Development (USAID) tersebut berakhir.
 
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo berharap di kemudian hari Badan Pembangunan International Amerika Serikat tersebut kembali ke Batang, Jawa Tengah, dengan membawa program yang bermanfaat untuk masyarakat.
 
Di Kabupaten Batang, USAID mengembalikan fungsi Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Randukuning.  IPLT dibangun dengan anggaran miliaran, namun tidak berfungsi sejak 2011.

Padahal, menurut Yoyok, tidak semua daerah beruntung seperti Batang. Bisa membangun IPLT. Pada 2013, USAID mengidentifikasi penyebab operasional IPLT mangkrak.
 
Hasil identifikasi diketahui IPLT mangkrak karena lumpur tinja yang dibuang minim. Lalu, pengetahuan petugas IPLT tentang teknis pengoperasian dan pengelolaan kurang.
 
Pada 2014, Yoyok membuat Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah (UPT-PAL), khusus memelihara IPLT Randukuning. Pada 2015, Yoyok menganggarkan Rp490 juta untuk pengadaan truk penyedot tinja, pembangunan kantor UPT-PAL, dan menganggarkan Rp145 juta untuk revitalisasi IPLT Randukuning.
 
Pada tahun yang sama, Yoyok menganggarkan Rp17 miliar khusus untuk sanitasi. Anggaran ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
 
Yoyok terus berusaha meningkatkan porsi anggaran hingga 10 persen khusus sanitasi sebagaimana diamanatkan pemerintah pusat. Selain memperluas akses mendapat air bersih dan layanan sanitasi, program USAID juga menguatkan pemahaman masyarakat soal kegiatan corporate social responsibility (CSR) di Batang yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
 
Pada awal 2015, forum CSR setempat berhasil membangun 160 unit sumur resapan di Desa Bismo dan Desa Tambakboyo, Kecamatan Blado. Manfaat program ini adalah air dengan mudah mengalir ke sumur resapan, tanaman subur, dan debit mata air meningkat.
 
Setelah lima tahun, kiprah USAID di Batang berakhir. Sejujurnya Yoyok tidak ingin USAID meninggalkan tanah kabupaten kecil di pantai utara Pulau Jawa itu.
 
Yoyok mengatakan, tidak semua negara mendapatkan bantuan dari USAID. Karena itu, Yoyok berjanji menerima kedatangan kembali USAID dengan program apa pun, tentu yang positif untuk warga.
 
"Kalau ada program lain yang lebih hebat, lebih jos, bisa memilih Batang saja dulu," kata Yoyok dalam sambutannya saat acara 'Malam Purna Program IUWASH Regional Jawa Tengah' di Semarang, Selasa (16/3/2016).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>