Sula: Setelah mengapung selama dua hari di atas kapal, sebanyak 115 penumpang KM Simba 01 yang mengalami patah kemudi di perairan Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan menggunakan KRI Alboqorah 867 ke Pelabuhan Sanana. Proses evakuasi dilakukan pada Kamis malam, 9 September 2021.
"Atas evakuasi susulan tersebut maka seluruh penumpang kapal yang diselamatkan sebanyak 308 orang," ungkap Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah, melansir Mediaindonesia.com, Jumat, 10 September 2021.
Dia meyampaikan, evakuasi 115 penumpang KM Simba 01 memakan waktu cukup lama. Pasalnya petugas terkendala cuaca buruk.
Baca: Cuaca Buruk Hambat Pencarian 25 Nelayan di Kepulauan Tanimbar
"Tim SAR Gabungan yang melakukan evakuasi terkendala cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang. Namun pada pukul pukul 17.15 seluruh penumpang berhasil diselamatka, tim SAR ke Pelabuhan Sanana," ungkap Arafah.
Arafah melanjutkan, untuk 13 orang anak buah kapal (ABK) KM Simba masih berada di atas kapal. Selanjutnya akan dievakuasi oleh kapal milik PT.Harita nikel ke pelabuhan Labuha Halmahera Selatan.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
Sula: Setelah mengapung selama dua hari di atas
kapal, sebanyak 115 penumpang KM Simba 01 yang mengalami patah kemudi di perairan Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan menggunakan KRI Alboqorah 867 ke Pelabuhan Sanana. Proses evakuasi dilakukan pada Kamis malam, 9 September 2021.
"Atas evakuasi susulan tersebut maka seluruh penumpang kapal yang diselamatkan sebanyak 308 orang," ungkap Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah, melansir Mediaindonesia.com, Jumat, 10 September 2021.
Dia meyampaikan, evakuasi 115 penumpang KM Simba 01 memakan waktu cukup lama. Pasalnya petugas terkendala cuaca buruk.
Baca: Cuaca Buruk Hambat Pencarian 25 Nelayan di Kepulauan Tanimbar
"Tim SAR Gabungan yang melakukan evakuasi terkendala cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang. Namun pada pukul pukul 17.15 seluruh penumpang berhasil diselamatka, tim SAR ke Pelabuhan Sanana," ungkap Arafah.
Arafah melanjutkan, untuk 13 orang anak buah kapal (ABK) KM Simba masih berada di atas kapal. Selanjutnya akan dievakuasi oleh kapal milik PT.Harita nikel ke pelabuhan Labuha Halmahera Selatan.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)