Ilustrasi, dua buah Hely Bell melakukan patroli. (ANT/FIQMAN SUNANDAR)
Ilustrasi, dua buah Hely Bell melakukan patroli. (ANT/FIQMAN SUNANDAR)

MI 17 Masih Dicari

Nasional helikopter hilang kontak
Antara • 14 Juli 2019 10:44
Jayapura: Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan, pencarian helikopter MI 17 nomor seri HA-5138 terus dilakukan hingga ditemukan. Cuaca menjadi kendala dalam pencarian helikopter yang hilang kontak sejak Jumat, 28 Juni 2019.
 
"Untuk heli, sampai kini belum ditemukan, bersabar, tapi tetap kami lakukan pencarian," kata Yosua di Jayapura, Papua, melansir Antara, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Dia menuturkan, Papua mempunyai cuaca yang sangat ekstrem. Selain itu hutan di pedalaman Papua sangat lebat, dengan kontur pegunungan yang menjulang dan curam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari 2004 hingga kini, kalau tidak salah ada delapan pesawat termasuk heli yang jatuh di pedalaman Papua, yang beberapa di antaranya hingga kini tidak ditemukan," jelasnya.
 
Dia mencontohkan, pilot Policarpus pernah jatuh bersama
pesawatnya di daerah Pegunungan Bintang. Dia mengingat, butuh 32 hari untuk menemukan Policarpus di dalam hutan.
 
"Tapi, soal Heli MI 17, kami tetap semangat untuk mencari hingga ditemukan," imbuhnya.
 
Yosua enggan berandai-andai, soal senjata yang dibawa kru helikopter dan dikhawatikan ditemukan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata. Pihaknya masih fokus untuk menemukan Helikopter MI 17.
 
"Jadi, ini soal resiko dalam suatu operasi. Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itukan asumsi, belum tentu juga ditemukan. Buktinya pesawat heli super puma milik TNI AU, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan, dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api)," tandasnya.
 
Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta kru, sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.
 
Adapun nama anggota satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.
 
Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten (Cpn) Aris (pilot), Lettu (Cpn) Bambang (pilot), Lettu (Cpn) Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif