Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polisi Pastikan Ada Tersangka Dalam Ambruknya SDN Gentong

Nasional sekolah ambruk
Amaluddin • 08 November 2019 19:11
Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur segera mengumumkan tersangka ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan. Insiden yang menelan korban jiwa itu karena faktor kelalaian kontruksi bangunan gedung sekolah tersebut.
 
"Kapolda Jatim (Irjen Luki Hermawan) konsen ambruknya sekolah itu dan dalam waktu dekat Bapak Kapolda akan menyampaikan siapa-siapa saja yang terlibat menjadi tersangka dalam kasus ini," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat, 8 November 2019.
 
Barung menegaskan Tim labolatorium forensik Polda Jatim telah menyelesaikan gelar perkara terhadap peristiwa ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan. Ada dua kasus yang ditemukan tim forensik dalam kasus tersebut. "Pertama, soal kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dan luka-luka, dan kasus tindak pidana korupsi," jelas Barung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Barung dugaan korupsi itu karena ditemukan banyak hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada. Indikasinya adanya material yang tidak sesuai, dan ada ketentuan dari pada konstruksi yang tidak dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.
 
Meski begitu Barung belum bisa menyampaikan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, hingga saat ini tim penyidik masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut. "Tim masih terus melengkapi barang bukti, nanti Pak Kapolda langsung dalam waktu dekat ini yang akan mengumumkan," ungkap Barung.
 
Ambruknya atap itu sementara ini diduga karena ada kesalahan prosedur pembangunan pada tahun 2012 lalu. Sehingga terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan ada 13 korban.
 
Dua di antaranya meninggal dunia, yakni Irza Amira, 8, siswa kelas 2B, dan Sefina Arsi Wijaya, 19, seorang guru honorer yang sedang berada di dalam kelas 5A, saat siswanya keluar kelas karena jam olah raga.
 
Selain itu, juga ada 11 siswa mengalami luka-luka dan sedang dirawat RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Sebagian besar adalah siswa kelas 2A, yang saat kejadian tengah berlangsung kegiatan belajar mengajar.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif