Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Khofifah Minta Garam Impor ke Jatim Dibatasi

Nasional impor garam
Syaikhul Hadi • 10 Oktober 2019 10:33
Sidoarjo: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta garam impor yang masuk ke Jatim dibatasi. Hal ini guna mendukung produksi garam lokal.
 
"Beberapa kali petani garam memberikan aspirasinya. Ini menjadi bagian dari perhatian kami," ujarnya, di Sidoarjo, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Khofifah mengatakan permintaan itu telah disampaikan ke sejumlah kementerian. Salah satunya Kementerian Koordinator Maritim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Pemprov Jatim meminta dibuatkan mekanisme pemberian kuota atau pembatasan garam impor ke Jatim. Tujuannya, produksi garam lokal dapat lebih cepat terserap. Pihaknya pun sudah menyiapkan format agar industri garam bisa didukung produksi garam lokal.
 
"Jadi kalau geo membrannya di Madura, realisasinya mungkin bisa sampai 80 persen. Ketika sudah disiapkan geo membran, garam di Madura warnanya sudah putih bersih, kadar NaCL-nya rata-rata 97-98 persen, artinya itu sudah masuk dalam kualifikasi garam industri," jelasnya.
 
Ia melanjutkan Pemprov Jatim juga menyiapkan pola hilirisasi garam. Terutama yang berkaitan dengan rencana Kawasan Ekonomomi Khusus (KEK).
 
"Kalau memang akan direncanakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) segala sesuatunya harus dipersiapkan. Sambil mencicil hilirisasi, kita juga melakukan studi banding ke petani garam Cirebon karena di sana hilirisasi garamnya garam spa," terang dia.
 
Ia menambahkan format Hilirisasi garam sangat penting. Sebab nilai tambah yang ada pada produksi garam terletak pada hilirnya. Bahkan, saat ini Sekolah Menengah Kejuruan Produksi Garam juga sudah disiapkan di Kabupaten Pamekasan, Madura.
 
"Jadi beberapa titik strategis memang harus dilakukan. Supaya saat hilirisasi sebagai suatu industri, masyarakat Madura bisa menjadi bagian pelakunya," pungkas dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif