Pembangunan jalur ganda segmen Jombang-Baron. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Pembangunan jalur ganda segmen Jombang-Baron. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Jadwal Kereta di Stasiun Kertosono Molor

Nasional jalur kereta api
Daviq Umar Al Faruq • 30 Oktober 2019 13:16
Madiun: PT KAI Daop 7 Madiun bersama satuan kerja di wilayah Jawa bagian timur melakukan Switch Over (SO) atau pemindahan sinyal jalur kereta api (KA) pada segmen jalur ganda Stasiun Baron, Kertosono, Sembung, dan Jombang sepanjang kurang lebih 22 Kilometer. Aktifitas ini berdampak pada keterlambatan jadwal kedatangan KA di Stasiun Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
 
Ada lima KA yang terlambat datang setelah SO dilakukan. Yakni KA 42C/Gajayana relasi Gambir-Malang terlambat masuk 20 menit. Lalu, KA 176A/Brantas relasi Pasarsenen-Blitar terlambat 26 menit.
 
Kemudian KA 142/Majapahit relasi Pasarsenen -Malang terlambat 20 menit. Setelah itu, KA 182A/Kahuripan terlambat 27 menit dan KA 50A/Turangga relasi Bandung-Surabaya Gubeng terlambat 57 menit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vice President Daop 7 Madiun, Wisnu Pramudyo, mengatakan proses SO berjalan lancar. Dia mengaku jadwal beberapa KA yang terlambat karena harus menunggu selesainya pekerjaan serta adanya pembatasan kecepatan.
 
"Dengan dioperasionalkannya jalur ganda mulai dari Stasiun Jombang sampai Baron hingga Geneng, sudah menghilangkan 29 titik persilangan dan memperpendek waktu tempu 10 sampai 15 menit, dan mohon maaf kepada para pelanggan dengan ketidaknyamanan pelayanan kami, atas kelambatan yang terjadi dibeberapa KA,” katanya, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Wisnu menjelaskan persiapan SO telah dilakukan oleh Satker Jatim bersama Tim Supreme Daop 7 Madiun mulai dari uji beban yang dilakukan kemarin Selasa 29 Oktober 2019. Kemudian pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kondisi normal dan darurat, checklist semua peralatan, material yang dibutuhkan, penentuan waktu kerja sampai penanggung jawab masing masing bagian.
 
"Saya bersama Yustina Nurhayati kepala PPK1 wilayah Jawa bagian Timur melakukan pengawasan langsung pelaksanaan guna memastikan semua yang bekerja sesuai SOP," ungkapnya.
 
PPK Pengembangan Perkeretaapian Jawa Timur Wilayah 1 (Jalur Ganda Jombang-Madiun), Yustina Nurhayati, mengatakan pembangunan Jalur Ganda KA antara Jombang-Madiun sepanjang 84 Kilometer merupakan Proyek Strategis Nasional yang merupakan jalur kereta api di lintas selatan Pulau Jawa. Pelaksanaan pengoperasian jalur ganda KA antara Jombang - Madiun di bagi empat tahap.
 
Antara lain, tahap pertama yaitu segmen Baron-Nganjuk sepanjang kurang lebih 16 Kilometer telah beroperasi mulai bulan Maret 2019. Tahap kedua yaitu segmen Nganjuk-Babadan sepanjang kurang lebih 39 Kilometer telah beroperasi mulai bulan April 2019.
 
Tahap ketiga yaitu segmen Babadan-Madiun sepanjang kurang lebih 7 Kilometer dan telah beroperasi sejak tanggal 16 Oktober 2019. Tahap ke empat adalah segmen Jombang-Baron sepanjang kurang lebih 23 Kilometer yang rencananya akan dioperasikan mulai tanggal 30 Oktober 2019.
 
"Untuk pengoperasian segmen Jombang-Baron ini mencakup empat Stasiun yaitu Stasiun Jombang, Stasiun Sembung, Stasiun Kertosono dan Stasiun Baron," katanya.
 
Pada segmen ini, sepanjang kurang lebih 23 Kilometer, selain pembangunan Jalur KA baru juga terdapat pembangunan 20 unit jembatan KA baru serta dua gedung stasiun baru yaitu Stasiun Sembung dan Stasiun Baron
 
Sebelum dilakukan pengoperasian jalur ganda ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah beberapa kali melakukan pengujian, safety assesment serta monitoring dan evaluasi kelaikan jalur dan bangunan.
 
"Untuk kegiatan pada hari ini Selasa, 29 Oktober 2019 kami Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur bersama sama dengan PT KAI Daop 7 Madiun melakukan uji track dengan menggunakan rangkaian KA yang merupakan tahapan commisiong terakhir sebelum pengoperasian jalur ganda," jelasnya.
 
Yustina berharap telah beroperasinya keseluruhan jalur ganda KA antara Jombang-Madiun dapat membantu mengurangi volume kepadatan lalu lintas di jalan raya, mempercepat waktu tempuh perjalanan KA dari Jombang ke Madiun maupun arah sebaliknya, meningkatkan frekuesi perjalanan KA serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA.
 
"Tentunya hal ini juga akan berdampak positif terhadap PT KAI khususnya Daop 7 Madiun dengan adanya penambahan kebutuhan untuk perpindahan orang dan barang untuk menggunakan angkutan kereta api maka memerlukan penambahan frekuensi perjalanan kereta api dengan di ikuti penambahan sarana perkeretaapian oleh PT KAI Daop 7 Madiun,” terang Yustina.
 
Yustina menambahkan, dalam jangka panjang dengan adanya pembangunan jalur ganda KA Lintas Selatan Jawa ini diharapkan dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar Jawa Timur.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif