medcom.id, Jakarta: Aktivitas Gunung Slamet meningkat lagi setelah beberapa hari terbilang tenang. Hari ini (17/9/2014), gunung tertinggi di Jawa Tengah itu menyemburkan abu setinggi 1 kilometer (km) dan mengeluarkan dentuman yang terdengar hingga 20 km.
Tingginya aktivitas hari ini menyebabkan fenomena hujan pasir yang terlihat di desa-desa sekitar lereng gunung. Tak cuma itu, letusan juga diduga menyebabkan kebakaran di beberapa titik savana dan vegetasi sekitar lereng Slamet.
Kendati aktivitas kembali melonjak, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu masih Siaga atau Level III. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, hari ini.
"Status Gunung Slamet tetap Siaga atau Level III. Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 4 km dari puncak Gunung Slamet," kata Surono melalui pesan singkat.
Mengutip data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyebut terjadi delapan kali letusan abu tebal pada Rabu (17/9/2014) pukul 06.00 hingga 12.00 Wib. Tinggi letusan abu warna kelabu kehitaman bercampur asap berkisar 500-1.000 meter dari puncak.
Selain itu, terjadi pula 51 kali gempa hembusan, delapan kali gempa letusan, dan dua kali tremor garmonik. "Tidak terekam gempa-gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal," kata dia.
medcom.id, Jakarta: Aktivitas Gunung Slamet meningkat lagi setelah beberapa hari terbilang tenang. Hari ini (17/9/2014), gunung tertinggi di Jawa Tengah itu menyemburkan abu setinggi 1 kilometer (km) dan mengeluarkan dentuman yang terdengar hingga 20 km.
Tingginya aktivitas hari ini menyebabkan fenomena hujan pasir yang terlihat di desa-desa sekitar lereng gunung. Tak cuma itu, letusan juga diduga menyebabkan kebakaran di beberapa titik savana dan vegetasi sekitar lereng Slamet.
Kendati aktivitas kembali melonjak, status gunung setinggi 3.428 mdpl itu masih Siaga atau Level III. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Surono, hari ini.
"Status Gunung Slamet tetap Siaga atau Level III. Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 4 km dari puncak Gunung Slamet," kata Surono melalui pesan singkat.
Mengutip data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyebut terjadi delapan kali letusan abu tebal pada Rabu (17/9/2014) pukul 06.00 hingga 12.00 Wib. Tinggi letusan abu warna kelabu kehitaman bercampur asap berkisar 500-1.000 meter dari puncak.
Selain itu, terjadi pula 51 kali gempa hembusan, delapan kali gempa letusan, dan dua kali tremor garmonik. "Tidak terekam gempa-gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)