Warga Surabaya yang terdampak covid-19 mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Foto:Dok.Renjana Pictures)
Warga Surabaya yang terdampak covid-19 mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Foto:Dok.Renjana Pictures)

1.280.646 KPM di Jawa Timur Terima Bansos BST Tahap 7

Nasional Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 07 Oktober 2020 23:50
Surabaya: Warga Surabaya yang terdampak covid-19 mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). BST merupakan program bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak menurun pada situasi pandemi ini.
 
BST diserahkan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara kepada sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di dampingin walikota surabaya , Dan Dirut PT Pos. Setiap KPM mendapatkan BST senilai Rp300 ribu.
 
"Saya berharap masyarakat yang terdampak covid-19 di Kota Surabaya ini sudah mendapatkan bantuan sosial untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga, khususnya kebutuhan pangan," ujar Juliari, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BST menjadi bagian dari kebijakan jaring pengaman sosial yang dilaksanakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat dampak dari covid-19. Adapun target sasaran penerima BST sebanyak sembilan juta KPM di seluruh Indonesia hingga Desember 2020. Untuk Wilayah III, targetnya sebanyak 2.459.431 KPM.
 
Penyaluran BST dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan Himpunan Bank Negara (Himbara). Untuk penyaluran BST pada Oktober di wilayah Jawa Timur, PT Pos Indonesia diberi target sebanyak 1.280.646 KPM, senilai Rp384 miliar. Untuk Himbara diberi target 127.055 KPM, senilai Rp38 miliar.
 
Sementara itu, untuk penyaluran BST di Kota Surabaya, PT Pos Indonesia diberi target 219.391 KPM, senilai Rp65 miliar. Untuk Himbara, diberi target 5.864 KPM, senilai Rp1,7 miliar.
 
1.280.646 KPM di Jawa Timur Terima Bansos BST Tahap 7
 
Menurut Juliari, gagasan ini merupakan cara pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi covid-19. Gagasan ini diperlukan untuk membantu pelaku ekonomi agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pemulihan ekonomi sekaligus mencegah penyebaran virus.
 
"Semoga kita sehat selalu dan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah," ucap Mensos Juliari.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyatakan dukungan terhadap kelancaran program BST.
 
"PT Pos mendukung BST ini dengan membantu pemerintah menyalurkan ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ucap Faizal.
 
1.280.646 KPM di Jawa Timur Terima Bansos BST Tahap 7
 
Petugas PT Pos menjadi garda terdepan dalam menyalurkan BST di daerah 3T. Petugas harus menggunakan boat khusus lokasi pesisir, naik perahu ke wilayah pesisir, dan ada petugas PT Pos yang harus mengendarai motor ke daerah hutan dengan medan yang sulit ditempuh.
 
"Ada perlakuan khusus diberikan per tiga bulan sekali untuk mengurangi risiko yang ada. Para petugas PT Pos ini juga sudah dibekali dengan keselamatan yang menjadi pekerjaan dari melewati kawasan 3T," kata Faizal.
 
Salah satu yang menjadi target PT Pos dalam mengendalikan BST karena PT Pos mempunyai sistem PGM (Pos Giro Mobile).
 
"Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) dibuatkan satu rekening giro. Semua terdokumentasi dengan baik, ada foto penerima bantuan, uang bantuannya, dan diunggah ke sistem mobile PT Pos, sehingga Kemensos bisa melihat real time untuk penyaluran BST ini," ucap Faizal.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif