Petugas membersihkan longsoran di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/1/2021). (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor)
Petugas membersihkan longsoran di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/1/2021). (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor)

16 Kejadian Bencana Terjadi di Kabupaten Bogor Selama Awal 2021

Nasional banjir longsor tanah longsor bencana alam bencana banjir
Antara • 13 Januari 2021 13:26
Cibinong: Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 16 bencana dengan dominasi kejadian longsor terjadi di wilayah setempat sejak awal 2021.
 
"BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mencatat 16 bencana terjadi di 10 kecamatan sejak awal tahun ini. Sebagian besar adalah bencana longsor," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Kejadian longsor yang cukup besar terjadi di sekitaran Gunung Mas, Cisarua, pada Minggu, 10 Januari 2021. Peristiwa itu sempat menutup Jalur Puncak dan wilayah Cipeundeuy, Pamijahan, pada Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ade Yasin berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari beraktivitas di tempat-tempat yang rawan terjadi bencana.
 
"Cuaca beberapa hari terakhir cukup ekstrem, khususnya di Bogor. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat beberapa titik rawan bencana harus diwaspadai," kata Ade.
 
Baca juga: 5 Tenaga Kesehatan di Tangsel Meninggal Akibat Covid-19 Selama 2020
 
Di samping itu, ia mengaku telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Bogor sejak akhir 2020 agar siaga menghadapi musim hujan yang diperkirakan oleh BMKG masin terus berangsur hingga awal Februari 2021.
 
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan, menyebutkan pihaknya mencatat sebanyak 1.338 kejadian bencana selama 2020.
 
"Kami mencatat sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2020 kemarin adalah 1.338 (bencana)," ujarnya.
 
Ia memaparkan, tanah longsor merupakan kejadian yang paling banyak terjadi di Kabupaten Bogor yakni sebanyak 427 kejadian, sedangkan urutan kedua terbanyak yaitu bencana angin kencang 376 kejadian.
 
Kemudian, bencana banjir 175 kejadian, kebakaran 41 kejadian, kekeringan 98 kejadian, pergeseran tanah 51 kejadian, gempa bumi 18 kejadian, dan lain-lainnya sebanyak 152 kejadian.
 
"Bencana lain-lainnya meliputi rumah ambruk, korban tenggelam, pohon tumbang, tersambar petir, jembatan rusak, dan orang tersesat," papar Yani.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif