medcom.id, Kuta: Geng motor berbuat ulah setelah menggelar pesta di sebuah klub malam ternama di Kuta, Bali. Anggota geng motor yang mengenakan rompi bertuliskan "SatuDarah" itu membuat keonaran di Jalan Dewi Sri.
Warga yang melintas sempat ketakutan atas aksi mereka. Anggota geng menyerang pengguna jalan dan pengendara. Aksi mereka berlangsung pada jelang dini hari Senin, 8 Agustus.
"Semuanya garang. Warga yang tidak tahu menahu-menahu juga dipukul oleh sekelompok orang dengan rompi "SatuDarah" itu," ujar warga bernama Engel, dikutip Media Indonesia.
Menurutnya, banyak orang menjadi korban. Beberapa harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara membenarkan adanya aksi jalanan itu. Namun ia belum bisa memastikan asal geng motor tersebut.
"Kami belum tahu apakah itu geng motor asal Belanda atau apa. Namun yang pasti, bila membuat kerusuhan, akan ditindak tegas. Kita sedang mencari mereka saat ini," ujarnya.
Saat ini, polisi sedang disebar, mencari keterangan, mendengar keterangan saksi dan menyelidiki tempat kejadian perkara. "Bila terbukti bertindak kriminal, akan ditangkap dan diproses secara hukum," katanya.
Di dunia bikers, "SatuDarah" dikenal sebagai geng motor besar di Belanda. Para pendirinya adalah orang-orang berdarah Maluku, Ambon berkewarganegaraan Negeri Kincir Angin.
Menurut laman satudarahmc.com, kelompok ini didirikan oleh sembilan bikers yang lama bersahabat. Mereka lalu mendirikan Satudarah MC di kawasan Moordrecht, sebuah wilayah dekat kota Gouda, Belanda.
Kedudukan Satudarah MC di dunia jalanan bisa disejajarkan dengan Hell Angels maupun Bandidos yang kesohor di AS dan Eropa. Sayangnya, geng motor ini kerap berbuat tindakan melawan hukum.
Kapolsek Kuta mengaku hingga saat ini masih melakukan investigasi keberadaan kelompok itu di wilayah hukumnya. Dia belum tahu asal anggota Satudarah MC.
"Apakah benar asal Belanda atau kelompok yang sudah berbaur dengan warga lokal. Apapun kelompoknya tidak bisa ditolerir kalau rusuh di Kuta Bali," tegasnya.
medcom.id, Kuta: Geng motor berbuat ulah setelah menggelar pesta di sebuah klub malam ternama di Kuta, Bali. Anggota geng motor yang mengenakan rompi bertuliskan "SatuDarah" itu membuat keonaran di Jalan Dewi Sri.
Warga yang melintas sempat ketakutan atas aksi mereka. Anggota geng menyerang pengguna jalan dan pengendara. Aksi mereka berlangsung pada jelang dini hari Senin, 8 Agustus.
"Semuanya garang. Warga yang tidak tahu menahu-menahu juga dipukul oleh sekelompok orang dengan rompi "SatuDarah" itu," ujar warga bernama Engel, dikutip
Media Indonesia.
Menurutnya, banyak orang menjadi korban. Beberapa harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara membenarkan adanya aksi jalanan itu. Namun ia belum bisa memastikan asal geng motor tersebut.
"Kami belum tahu apakah itu geng motor asal Belanda atau apa. Namun yang pasti, bila membuat kerusuhan, akan ditindak tegas. Kita sedang mencari mereka saat ini," ujarnya.
Saat ini, polisi sedang disebar, mencari keterangan, mendengar keterangan saksi dan menyelidiki tempat kejadian perkara. "Bila terbukti bertindak kriminal, akan ditangkap dan diproses secara hukum," katanya.
Di dunia
bikers, "SatuDarah" dikenal sebagai geng motor besar di Belanda. Para pendirinya adalah orang-orang berdarah Maluku, Ambon berkewarganegaraan Negeri Kincir Angin.
Menurut laman
satudarahmc.com, kelompok ini didirikan oleh sembilan
bikers yang lama bersahabat. Mereka lalu mendirikan Satudarah MC di kawasan Moordrecht, sebuah wilayah dekat kota Gouda, Belanda.
Kedudukan Satudarah MC di dunia jalanan bisa disejajarkan dengan Hell Angels maupun Bandidos yang kesohor di AS dan Eropa. Sayangnya, geng motor ini kerap berbuat tindakan melawan hukum.
Kapolsek Kuta mengaku hingga saat ini masih melakukan investigasi keberadaan kelompok itu di wilayah hukumnya. Dia belum tahu asal anggota Satudarah MC.
"Apakah benar asal Belanda atau kelompok yang sudah berbaur dengan warga lokal. Apapun kelompoknya tidak bisa ditolerir kalau rusuh di Kuta Bali," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)