Ilustrasi--Salah satu sapi diduga terjangkit PMK di Siak. (ANTARA/HO-Dinas PKH Riau)
Ilustrasi--Salah satu sapi diduga terjangkit PMK di Siak. (ANTARA/HO-Dinas PKH Riau)

Ratusan Ternak di Gunungkidul Suspek PMK

Ahmad Mustaqim • 07 Juni 2022 13:06
Gunungkidul: Kasus suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan kian meluas. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul menyebut sudah ada 148 hewan yang suspek PMK.
 
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan penambahan kasus PMK membuat jajarannya harus bekerja ekstra. Salah satu penyebabnya persoalan pengobatan yang stoknya terbatas.
 
"Kebetulan ada stok obat penanganan antraks, maka kami gunakan untuk menangani kasus PMK," kata Retno dihubungi, Selasa, 7 Juni 2022.

Ia mengatakan persoalan antraks sebetulnya masih belum selesai. Hewan ternak warga yang terkena antraks ada di Kecamatan Gedangsari dan Semanu.
 
Baca: Kandang Komunal Efektif Kendalikan Sapi Terinfeksi PMK
 
Retno mengatakan stok obat yang tersedia saat ini bisa mengobati 500 ekor ternak. Sementara, jumlah itu bisa mencukupi untuk 148 ternak yang suspek PMK. Namun, pihaknya tak bisa memprediksi situasi andai jumlah kasus PMK melonjak.
 
"Kalau harapan kami tidak ada lonjakan (kasus PMK). Kalau ada satu ekor ternak yang sakit butuh pengobatan tiga sampai empat kali," kata dia.
 
Ia mengungkapkan upaya menambah persediaan obat tengah dilakukan. Pihaknya belum bisa memastikan jumlah anggaran maupun berapa obat yang diajukan.
 
"Pergeseran (jumlah) anggaran bisa saja terjadi kalau ada lonjakan kasus. Apalagi juga tidak ada anggaran khusus guna menangani masalah PMK," ujarnya.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari meminta masyarakat bisa bekerja sama dalam menjaga kesehatan ternak. Di sisi lain, kata dia, pemerintah juga berupaya mengatakan penyebaran PMK yang telah menjangkau ratusan ternak.
 
"Sebanyak 11 pasar hewan sudah kami tutup (sementara). Durasi penutupan umumnya dua minggu atau 14 hari," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan