Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jateng, Kamis (7/4/2022) mengambil sampel air Sungai Serayu yang akan diuji untuk mengetahui penyebab kematian ribuan ikan. FOTO ANTARA/HO-DLH Banyumas
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jateng, Kamis (7/4/2022) mengambil sampel air Sungai Serayu yang akan diuji untuk mengetahui penyebab kematian ribuan ikan. FOTO ANTARA/HO-DLH Banyumas

Ribuan Ikan di Sungai Serayu Banyumas Mati Mendadak

Antara • 07 April 2022 15:19
Banyumas: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) akan memeriksa terkait kematian ribuan ikan secara mendadak di Sungai Serayu.
 
"Pada Kamis ini (7 April) kami kembali mendapat informasi jika ada ribuan ikan yang mabuk dan mati mendadak di Sungai Serayu. Pekan lalu juga ada kejadian serupa di Sungai Serayu," kata Kepala DLH Kabupaten Banyumas Junaidi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, 7 April 2022.
 
Saat kejadian pertama pada Jumat, 1 April hingga Sabtu, 2 April DLH mengecek air Sungai Serayu guna mengetahui penyebab ikan-ikan tersebut mabuk dan akhirnya mati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel air yang diambil dari Sungai Serayu diketahui kadar kepadatan suspensinya melebihi baku mutu atau ambang batas.
 
Kemudian, kadar chemical oxygen demand (COD) juga melebihi baku mutu, kadar oksigen terlarut sangat rendah, kadar nitrat melebihi baku mutu, kadar amoniak melebihi baku mutu, dan kekeruhan air sungainya juga cukup tinggi.
 
Baca: 40 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau Akibat Kekurangan Oksigen
 
"Jadi, banyaknya ikan yang mati atau mabuk di Sungai Serayu itu dimungkinkan karena tingginya kandungan padatan tersuspensi atau lumpur dan menurunnya kadar oksigen," katanya.
 
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air tersebut, pihaknya belum mendapat data terkait kemungkinan adanya dugaan pencemaran dari kegiatan usaha.
 
Sementara dari hasil koordinasi dengan petugas Waduk Mrica Banjarnegara, diketahui pada 1 April 2022 telah dilakukan flushing (pembilasan) atau pembukaan saluran pelimpah (spillway) sehingga lumpurnya ikut terbawa aliran Sungai Serayu ke arah hilir.
 
"Ternyata kemarin ada flushing lagi (sehingga menyebabkan kematian ikan pada 7 April 2022), makanya kami akan segera koordinasi dengan BBWSO di Yogyakarta. Kayak begitu (flushing) harusnya kan tidak diizinkan," kata Junaidi.
 
Salah seorang warga Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Samin mengatakan ikan-ikan yang mabuk dan mati itu mulai terdampar di tepi Sungai Serayu pada Rabu malam hingga Kamis pagi tadi.
 
Banyak warga yang datang ke tepian Sungai Serayu untuk memunguti ikan-ikan yang mabuk atau mati tersebut.
 
"Rata-rata bisa mendapatkan hingga satu karung. Namun yang pasti, jumlahnya tidak sebanyak pekan lalu," katanya.
 
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto mengakui ikan mabuk juga banyak ditemukan di tepi Sungai Serayu, Desa Brani, Kecamatan Sampang, pada Sabtu, 2 April kemarin.
 
"Kalau yang hari ini kami belum mendapatkan informasi. Semoga tidak sampai ke Cilacap," katanya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif