Peternak sapi di Palembang. Medcom.id/ Gonti Hadi Wibowo
Peternak sapi di Palembang. Medcom.id/ Gonti Hadi Wibowo

Pemkot Bandung Kerahkan 115 petugas Awasi Penjualan Hewan Kurban

Roni Kurniawan • 28 Juni 2022 10:07
Bandung: Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 115 petugas untuk mengawasi hewan ternak terutama sapi menjelang Iduladha 2022. Para petugas tersebut akan berkeliling ke setiap peternakan dan penjual hewan kurban guna memastikan laik dan sehat untuk dijual.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan para petugas tersebut telah diberi bekal untuk mengawasi pendistribusian serta penjualan hewan ternak untuk kurban terutama sapi. Hal itu pun sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) tetep dijual untuk kurban.
 
"Di internal 90 orang kemudian mendapat bantuan dari PDHI (Persatuan Doktet Hewan Indonesia) ada 5 orang, Unpad 6 orang, telkom Uversiti 6 orang. Sekitar 115 khusus untuk sapi pada saat hidup," kata Gin Gin di Bandung, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Baca: Vaksinasi PMK di Sleman Hadapi Sejumlah Kendala

Ia menuturkan seluruh pedagang hewan kurban terutama sapi yang ada di Kota Bandung akan diawasi dan diperiksa secara berkala. Terlebih Kota Bandung masih menjadi magnet bagi para penjual hewan kurban menjelang Iduladha yang kerap mejeng disepanjang jalan terutama daeraa Jalan Soekarno-Hatta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Petugas akan mendatangi setiap lapak penjual hewan kurban dan mengecek, apakah sudah ada tanda kepingingan sehat dan ada barcodenya. Kalau tidak ada, langsung ditindak tidak boleh dijual hewan tersebut," jelasnya.
 
Sejauh ini diakui Gin Gin, belum ditemukan adanya sapi yang terpapar PMK dijual untuk berkurban. Namun masih ada beberapa pedagang yang menjual sapi dibawah umur sehingga diberi peringatan dan tidak diperkenankan menjual hewan tersrbut.
 
"Banyak ditemukan itu hewan kurban yang belum layak. Jadi kebanyakan belum cukup umur, yang masih muda dijual. Ada yang sakit, tapi sakit ringan itu bukan sakit karena PMK. Tapi yang dinyatakan sehat dan layak itu kita berikan kalung sehat, itu bisa memastikan bahwa hewan itu sehat," ungkapnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif