ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Dampak PMK, Harga Ternak di Bantul Melonjak

Ahmad Mustaqim • 24 Juni 2022 20:15
Yogyakarta: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adanya lonjakan harga ternak akibat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Di sisi lain jumlah kasus PMK di wilayah tersebut kini sudah di atas angka 1.800.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan meluasnya jumlah kasus PMK membuat harga ternak melonjak. Selain PMK lonjakan harga juga dipengaruhi mendekati perayaan hari raya iduladha.
 
"Tahun kemarin harga seekor sapi Rp20 jutaan, sekarang sekitar Rp28 jutaan. Ini pengaruh hukum ekonomi, pasokan sedikit maka harga melambung," kata Joko saat dihubungi, Jumat, 24 Juni 2022.
 
Baca: Jepara Terima 3.000 Dosis Vaksin Hewan Ternak

Joko menjelaskan jumlah kasus PMK hingga kemarin sekitar 1.811. Kasus itu baik yang menjangkiti ternak sapi maupun kambing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia Kecamatan Pleret dan Kecamatan Pundong menjadi wilayah kasus terbanyak. Ia mengatakan dua kecamatan itu berstatus zona merah PMK.
 
"Ternak yang berstatus PMK di dua kecamatan itu kebanyakan masuk dari luar daerah," jelasnya.
 
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bantul untuk sementara memberhentikan masuknya ternak dari luar daerah. Namun pihaknya belum bisa memantau sepenuhnya ternak yang dimasukkan ke Bantul di luar jalur yang diawasi.
 
"Jadi sementara pasar (hewan) di Bantul tetap buka karena berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Kami juga masih berupaya melakukan pengobatan (untuk ternak terjangkiti PMK)," ungkapnya.
 
Dari sekitar 1.800 ternak terjangkiti PMK, kata Joko, sebanyak 140 ekor telah sembuh. Selain itu masih dalam proses pengobatan dan pengawasan di kandang kelompok tani hingga pasar-pasar hewan.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif