Ilustrasi. (ANTARA)
Ilustrasi. (ANTARA)

PMI Asal Cianjur Terpapar Omicron

Nasional Pekerja Migran Indonesia Varian Baru Covid-19 Jawa Barat Omicron Varian Omicron
Media Indonesia.com • 11 Januari 2022 06:34
Cianjur: Seorang warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikabarkan positif terpapar omicron. Warga asal Kecamatan Karangtengah itu merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengatakan, saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta. 
 
"Informasinya demikian (Omikron). Tapi sekarang masih karantina di Wisma Atlet," kata Irvan, Senin, 10 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Informasi yang diterima, sebut Irvan, warga Kabupaten Cianjur ini pulang ke Indonesia bersama rombongan TKI dari beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Terkonfirmasi positif omicron diketahui saat pemeriksaan kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta.
 
"Yang bersangkutan belum pulang ke Cianjur masih ada di karantina. Tapi kita pantau terus. Jadi belum ada kontak erat di sini (Cianjur)," jelasnya.
 
Baca juga: Umat Hindu Laporkan Relawan Pembuang Sajen ke Polisi
 
Saat ini, lanjut dia, fokus pengawasan atau pemantauan penyebaran omikron terkonsentrasi terhadap para pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu, koordinasi tetap dilakukan dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian Kesehatan. 
 
"Sekarang pun pemerintah pusat sangat ketat dari sisi karantina," ungkap dia.
 
Irvan mengaku belum mendapat data lengkap menyangkut warga yang terpapar omicron itu. Sehingga secara detail belum mengetahui sudah berapa lama warga tersebut menjalani masa karantina.
 
"Jadi kita belum tahu kapan dia landing, terus berapa lama dia di Wisma Atlet. Tapi memang posisinya sekarang sedang menjalani karantina."
 
Seandainya nanti warga tersebut dinyatakan negatif atau selesai menjalani karantina, imbuh Irvan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur akan terus memantau perkembangannya. Namun tata laksana proses pemulangannya masih menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan.
 
"Kita mengikuti instruksi dari pusat," imbuh dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif