Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.
Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Pembunuhan Bocah SD di Jombang Berlatar Belakang Utang Rp200 Ribu

Nasional pembunuhan
Amir Zakky • 23 Oktober 2020 19:10
Jombang: Polres Jombang menetapkan AHR, 16 tersangka pembunuhan Muhammad Alfian Rizky Pratama 12, bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pembunuhan bocah asal Desa Sambongdukuh, Kabupaten Jombang, itu diberlatarbelakang utang Rp200 Ribu. 
 
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih, mengatakan dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, pembunuhan dipicu masalah utang sebesar Rp200 ribu untuk membeli game online. AHR diduga dendam karena utangnya tak kunjung dibayar oleh korban.
 
“Jadi korban ini pernah pinjam uang ke tersangka Rp200 ribu untuk beli game online. Habis itu dia enggak bayar, terus dia dendam dan dibawa lah korban ini ke TKP itu, (sungai Kedung Cinet. Red.)," kata Cristian, saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikatakan Cristian, sebelum tewas, AHR mengajak korban bermain ke sungai wisata Kedung Cinet yang ada di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang. AHR dan Alfian, pergi bertiga bersama MA, 17, warga asal Desa Tambakrejo, sekitar pukul 11.30 WIB, pada Rabu 21 Oktober 2020.
 
Baca: Makam Bocah Kelas 6 SD di Jombang Dibongkar, Diduga Dibunuh Teman Sendiri
 
Saat di lokasi, AHR mendorong korban ke cekungan sungai yang dalam. Bahkan, pelaku juga sempat menginjak-injak kepala korban agar tenggelam ke dasar sungai dan hanyut.
 
“Alfian dan AHR ini tetangga dekat walau AHR berstatus pelajar Madrasah Aliyah. Korban ini didorong terus diinjak-injak kepalanya. Nah abis itu, korban tenggelam dan hanyut. Terus pelaku justru balik ke rumah dan bilang ke orang tuanya kalau korban tenggelam,” terang Cristian.
 
Cristian menyebut, salah satu petunjuk yang bisa mengarah ke pembunuhan yakni hasil visum luar. Di tubuh korban, ditemukan ada luka memar di bagian kepala. Tak itu saja, keterangan saksi juga menguatkan jika AHR menceburkan korban ke sungai.
 
"Dari keterangan saksi, korban tidak tenggelam melainkan didorong dan diinjak-injak dibagian kepala," bebernya.
 
Polisi menjerat AHR dengan pasal pembunuhan berencana dengan 340 KUHP .
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif