ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Viral, Dosen UMI Makassar Baku Pukul di Depan Mahasiswa

Nasional penganiayan kekerasan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syawaluddin • 23 Februari 2021 11:53
Makassar: Dua dosen Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terlibat cekcok yang berujung pemukulan. Kejadian itu diketahui melalui video yang beredar di media sosial.
 
Dalam video yang beredar, dua orang yang diduga tenaga pengajar di UMI Makassar terlibat pertengkaran mulut. Cekcok antara dosen laki-laki dan perempuan itu terjadi di kampus, tepat di depan sejumlah mahasiswa.
 
Buntut dari pertengkaran tersebut yakni dosen lelaki itu memukul lawan bicaranya dengan menggunakan botol air mineral. Kemudian dosen perempuan tersebut membalas dengan memukul lengan lawannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertengkaran dalam video berdurasi 43 detik itu berakhir setelah salah satu orang di lokasi kejadian melerai keduanya. Sehingga, kejadian tersebut tidak berlangsung lama.
 
Baca: Lagi Nongkrong, Pemuda di Tangerang Disiram Air Keras
 
Dekan Fakultas Sastra UMI Makassar, Basri Dalle, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut kedua dosen tersebut merupakan pejabat struktural di Fakultas Satra Universitas Muslim Indonesia Makassar.
 
"Keduanya merupakan ketua prodi. Satu prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang lainnya Prodi Ilmu Komunikasi," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Terkait penyebab pertengkaran kedua tenaga pengajar tersebut, Basri belum bisa berbicara banyak. Ia berasumsi peristiwa tersebut hanya kesalahpahaman, karena selama ini tidak ada masalah serius antara keduanya.
 
"Mungkin ada candaan sehingga muncul emosi (MJ) jadinya begitu," jelasnya.
 
Baca: Penganiayaan Balita di Makassar, Korban Dibekap Pakai Bantal
 
Pihaknya telah mempertemukan keduanya untuk mencari solusi atas pertengkaran tersebut. Hanya saja, saat pertemuan yang dilakukan di internal fakultas tidak ada titik terang.
 
Sehingga, pihaknya berencana akan membawa permasalahan yang viral di media sosial tersebut ke tingkat universitas. Diharapkan dengan adanya pertemuan di tingkat universitas akan ada penyelesaian antar kedua belah pihak.
 
"Setiap permasalah begitu, kalau tidak bisa damai kita bawa ke tingkat universitas. Karena yang merasa (korban) ini mau menyelesaikan ke tingkat universitas," jelasnya lagi.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif