Penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau. (Media Indonesia/Djoko Sardjono)
Penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau. (Media Indonesia/Djoko Sardjono)

Masuk Musim Hujan, BPBD Klaten Masih Sibuk Distribusi Air Bersih

Nasional kemarau kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih
Media Indonesia.com • 05 Oktober 2021 11:14
Klaten: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, masih terus melakukan kegiatan distribusi air bersih untuk membantu warga di tujuh desa yang mengalami kekeringan. Hingga saat ini distribusi air total telah mencapai 642 tangki dari rencana 750 tangki air bersih.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, mengatakan tujuh desa yang kekeringan akibat kemarau, yakni Desa Sidorejo, Tlogowatu, dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang; Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko; Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom; Desa Wiro dan Ngerangan di Kecamatan Bayat.
 
Menurut Rujedi kegiatan distribusi air bersih untuk daerah rawan kekeringan dilakukan sejak 4 Juni 2021. Hingga saat ini sebanyak 642 tangki atau 3.210.000 liter telah tersalur ke tujuh desa tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Pembuat Tak Tahu Bom di Kaki Gunung Ciremai Berdaya Ledak Besara
 
Sebanyak 642 tangki bantuan air bersih itu, kata dia, didistribusikan ke Desa Sidorejo 148 tangki, Tlogowatu 95 tangki,Tegalmulyo 146 tangki, Bandungan 74 tangki, Kanoman 33 tangki, Wiro 24
tangki, dan Ngerangan 122 tangki.
 
"Memasuki musim hujan ini, BPBD Klaten masih terus melakukan kegiatan distribusi air bersih. Alasanya, sumber air dan bak penampungan air hujan di desa yang berada di lereng Gunung Merapi dan Bukit Seribu Gunungkidul itu masih kering," jelasnya, Selasa, 5 Oktober 2021.
 
BPBD Klaten, imbuh Rujedi, tahun ini menyiapkan anggaran penanganan daerah rawan kekeringan Rp241 juta, khususnya untuk kegiatan pengedropan air bersih sebanyak 750 tangki. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai 85,6 persen atau 642 tangki. (Djoko Sardjono)

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif