Dokumentasi pembelajaran tatap muka terbatas yang digelar di salah satu SMP di Kota Yogyakarta, 20 September 21. ANTARA/Eka AR
Dokumentasi pembelajaran tatap muka terbatas yang digelar di salah satu SMP di Kota Yogyakarta, 20 September 21. ANTARA/Eka AR

Pemkot Yogyakarta Perketat Prokes di Luar Sekolah

Nasional Yogyakarta protokol kesehatan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka
Antara • 23 September 2021 16:14
Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak hanya menerapkan protokol kesehatan di dalam kelas. Penerapan prokes juga diupayakan memperketat aturan di luar kelas untuk mengantisipasi munculnya klaster penularan covid-19.
 
"Untuk di Kota Yogyakarta, antisipasi tidak hanya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan saat di kelas tetapi juga sejak anak datang ke sekolah hingga mereka pulang dari sekolah," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, di Yogyakarta, Kamis, 23 September 2021.
 
Baca: 2.000 Jiwa Lebih Terdampak Banjir di Luwu Utara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan setiap sekolah yang saat ini menjalankan PTM terbatas, seluruhnya sudah menjalani verifikasi untuk seluruh protokol kesehatan minimal dua kali dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.
 
Verifikasi tersebut tidak hanya untuk mengecek kelengkapan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung protokol kesehatan seperti termometer, tempat cuci tangan, dan jarak tempat duduk siswa.
 
Tetapi verifikasi juga dilakukan pada mekanisme atau alur kedatangan siswa hingga alur penjemputan siswa usai bersekolah.
 
"Kegiatan di sekolah pun maksimal tiga jam dengan aturan ketat. Tidak boleh berkumpul, tidak membuka kantin, tidak menyelenggarakan ekstrakurikuler dan pengaturan antrean penjemputan anak," jelasnya.
 
Selain itu PTM terbatas untuk jenjang SD baru diberlakukan bagi siswa kelas 5 dan 6 karena dimungkinkan siswa sudah menjalani vaksinasi covid-19.
 
Ia juga berharap agar anak maupun orang tua jujur terhadap kondisi kesehatan anak sebagai salah satu upaya mencegah munculnya penularan covid-19 di sekolah.
 
"Beberapa kali saya sudah sidak ke sekolah untuk melihat bagaimana penerapan protokol kesehatannya. Bisa dikatakan, sudah sesuai. Bila diperlukan, akan kembali dilakukan sidak sebagai bagian dari evaluasi," ungkapnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif