Banjir di Luwu Utara. (Foto: MI/Lina Herlina)
Banjir di Luwu Utara. (Foto: MI/Lina Herlina)

2.000 Jiwa Lebih Terdampak Banjir di Luwu Utara

Nasional banjir bencana alam Bencana Banjir Sulawesi Selatan
Media Indonesia.com • 23 September 2021 15:49
Luwu Utara: Sebanyak 636 kepala keluarga atau sekitar 2.095 jiwa, terdampak banjir di empat desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sejak empat hari lalu. Akibat curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut, menyebabkan debit air Sungai Rongkong, Masamba, dan Lampuawa meluap.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Utara, Muslim Mukhtar, menyebutkan desa yang mengalami banjir yaitu Desa Mekar Sari Jaya dan Desa Marannu, Kecamatan Baebunta Selatan; Desa Pince Pute, Kecamatan Malangke, dan Desa Subur, Kecamatan Sukamaju. Ketinggian banjir antara 30-100 sentimeter.
 
"Dan itu tidak hanya merendam perumahan warga, tetapi juga fasilitas umum dan aset lain warga, seperti lahan dan tambak. Tapi belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir," sebutnya, Kamis, 23 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari data BPBD Luwu Utara, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak akibat banjir. Seperti 5 unit tempat ibadah, 4 fasilitas Pendidikan, 3 kantor desa, dan 3 fasilitas kesehatan 3. Sedangkan aset warga, seluas 583 hektare tambak serta 285 hektare lahan pertanian.
 
Baca juga: Semua Kabupaten dan Kota di Kepri Zona Kuning
 
Meski tidak ada warga mengungsi, BPBD Kabupaten Luwu Utara tetap bersiaga bila ada warga membutuhkan evakuasi ke tempat yang aman. BPBD juga berkoordinasi dengan aparat desa untuk pendataan dampak maupun kebutuhan di lokasi terdampak.
 
"Dari hasil kaji cepat, kebutuhan mendesak yang diperlukan yaitu sembako dan air mineral. BPBD setempat membutuhkan peninggian badan tanggul serta normalisasi saluran pembuangan air untuk penanganan banjir yang sudah berlangsung sejak Senin (20 September)," sebut Muslim.
 
Sementara itu, Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kecamatan yang terdampak banjir masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga Kamis, 23 September.
 
Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap kondisi banjir bisa memburuk yang dipicu curah hujan. Termasuk menyikapi potensi bahaya hidrometerologi selama musim hujan maupun cuaca ekstrem pada saat peralihan musim atau pancaroba.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif