Seluruh Tambang Liar di Bolmong akan Ditutup
Ilustrasi lokasi penambang emas liar. (ANT/EMBONG SALAMPESSY)
Manado: Setelah kecelakaan kerja di kawasan pertambangan emas tanpa izin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayam, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara menyebabkan enam korban jiwa. Pemerintah Kabupaten Bolaang Mogondow segera menutup aktivitas tambang emas ilegal tersebut. 

"Nanti akan kita tutup tambang tersebut, kita telah berkoordinasi dengan Polres Bolmong dan Polda Sulut," Asisten II Pemkab Bolmong Yudha Rantung di Loyalan, Senin 4 Juni 2018.

Dia menegaskan, aktivitas tambang di wilayah tersebut jelas melanggar hukum. Dia mengaku sempat mengingatkan pemilik lokasi untuk menghentikan segala aktivitas. Namun, kini aktivitas tambang ilegal makin masif. 


"Akibat itu, masyarakat Desa Bakan mulai merasakan dampak  aktivitas pertambangan tersebut. Kami minta pihak kepolisian dan pemerintah provinsi menutup aktivitas pertambangan di Bakan," tegasnya.

Permintaan penutupan tambang liar tersebut pun tak hanya di Desa Bakan. Tapi, sejumlah tambang rakyat di Kabupaten Bolmong.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menutup semua aktivitas tambang di Bolmong. Hal ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti hasil rapat bersaama Polri dengan kementerian terkait. 

“Ini perintah baik tambang yang kecil maupun besar. Untuk sekarang ini tambang mengunakan sianida dan wajib mengantongi izin. Sementara peti itu tidak boleh. Jelas nantinya akan dilakukan penertiban lokasi pertambangan,” pungkasnya.




(LDS)