Polisi Pastikan Pengusutan Kasus Bawang Sembalun Berlanjut
ilustrasi Medcom.id
Mataram: Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, memastikan proses pengusutan kasus dugaan pemotongan jatah benih bawang putih lokal yang menjadi hak kelompok tani di Kabupaten Lombok Timur, masih terus berlanjut. Semua pihak yang diduga terlibat, dipastikan diselisik.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB AKBP Syamsudin Baharuddin mengungkapkan bahwa dalam mengusut dugaan penyimpangan ini pihaknya masih terus berupaya mengumpulkan data dan keterangan langsung di lapangan.

"Bahannya masih kita kumpulkan, kita cicil sedikit-sedikit dulu," kata Syamsudin.


Dia menjelaskan, dugaan penyimpangan yang muncul dari keluhan masyarakat petani bawang putih di Sembalun, tidak bisa hanya sekedar mengandalkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan media massa. Melainkan butuh informasi yang cukup kuat, baik berupa data maupun keterangan dari para pihak terkait.

"Beda halnya kalau ada laporan," ujarnya.

Baca: Importir Kritik Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih

Jika ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan, jelasnya, arah penanganan akan lebih jelas. Dengan begitu, pihak kepolisian memiliki bukti awal dalam mengungkap kebenaran dibalik dugaan penyimpangan tersebut.

Namun masyarakat petani yang dalam pokok persoalan ini diwakilkan oleh Kelompok pemuda dari Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS), meminta pihak kepolisian untuk langsung turun lapangan tanpa harus adanya laporan.

Handanil, ketua SMPS  menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu kinerja kepolisian dalam mengusut persoalan tersebut hingga tuntas.

"Kalau memang kepolisian benar-benar mau membantu petani, kami sebagai perwakilan masyarakat petani, siap membantu dan mendukung kinerja kepolisian," kata Handanil.

Seperti diketahui, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur disebut-sebut mendistribusikan 350 ton benih bawang putih lokal yang dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Baca: Petani Sebut Ada Praktik Jual Beli Kuota Bawang Putih

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan 2017. Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar yakni PT Pertani, di mana pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp30 miliar.

Namun pada saat penyaluran bantuannya di akhir 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali kebagian jatah.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id