Petugas kepolisian berjaga di Rutan Padang pada Minggu siang, 15 Mei 2022 usai keributan Sabtu, 14 Mei 2022. ANTARA/FathulAbdi
Petugas kepolisian berjaga di Rutan Padang pada Minggu siang, 15 Mei 2022 usai keributan Sabtu, 14 Mei 2022. ANTARA/FathulAbdi

Keributan di Rutan Padang Terkait Masalah Izin Keluar Narapidana

Antara • 16 Mei 2022 06:18
Padang: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air Padang, Sumatra Barat, mengalami keributan pada Sabtu malam, 14 Mei 2022. Insiden tersebut dipicu oleh salah seorang warga binaan yang meminta izin keluar namun ditolak pihak Rutan karena tidak sesuai aturan.
 
"Awalnya seorang warga binaan berinisial N ingin izin keluar karena ada anggota keluarganya yang meninggal, namun karena tidak memenuhi prosedur dan telah malam pihak Rutan Padang tidak mengizinkan," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, R Andika Dwi Prasetya, di Padang, Minggu, 15 Mei 2022.
 
Baca: 79 Narapidana Beragama Buddha di Riau Diusulkan Dapat Remisi Waisak

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petugas kemudian mengarahkan narapidana yang terjerat kasus pengrusakan dengan pemberatan itu supaya menunggu hingga pagi hari, Minggu, 15 Mei 2022 sembari melengkapi administrasi yang diperlukan untuk izin keluar.
 
Hanya saja warga binaan tersebut tidak terima dengan penolakan, kemudian diduga menghasut puluhan warga binaan lain untuk membuat keributan di Rutan Padang.
 
Pria berusia 36 tahun itu bersama sekitar 25 warga binaan lain lantas meneriaki hingga mengeluarkan kata-kata kotor terhadap petugas yang piket saat malam itu.
 
"Mereka rusuh untuk mengintervensi, namun demikian kami tetap harus menegakkan aturan. Tidak mungkin mengeluarkan seorang warga binaan dengan serampangan dan cacat prosedur," jelasnya.
 
Andika mengatakan berbagai pertimbangan serta risiko perlu dikaji oleh Rutan Padang sebelum mengizinkan warga binaan keluar, seperti aspek keamanan serta penjamin bahwa N tidak akan melarikan diri.
 
Pihak Kemenkumham Sumbar juga mengendus bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok N itu juga memiliki motif terselubung untuk menguji kekuatan kelompoknya.
 
"Kami menduga bahwa mereka ini juga sedang mencoba unjuk kekuatan bahwa mereka bisa mengatur atau memaksakan kehendak karena mempunyai massa, tentu saja negara tidak boleh mundur," ungkapnya.
 
Melihat kondisi yang tidak terkendali pihak Rutan Padang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta TNI untuk memberikan dukungan.
 
Tidak lama berselang personel gabungan dari Polresta Padang serta Kepolisian Sektor Koto Tangah sampai di Rutan Padang untuk melakukan pengamanan.
 
Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino, yang turun langsung beserta jajaran kemudian melakukan komunikasi serta pemahaman kepada N bahwa untuk keluar Rutan harus mengikuti syarat dan aturan.
 
Warga binaan N akhirnya melunak dan bersedia mengikuti aturan untuk melengkapi administrasi sebelum keluar, hingga Minggu siang petugas kepolisian masih berjaga di Rutan yang berlokasi di Anak Air, Kecamatan Koto Tangah.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif