Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Seluruh RS di Jabar Siapkan Ruang Isolasi untuk Pasien Hepatitis Akut

Nasional ridwan kamil penyakit aneh penyakit menular Jawa Barat Hepatitis Akut
Media Indonesia • 10 Mei 2022 11:12
Bandung: Pemprov Jawa Barat (Jabar) mewaspadai kemunculan hepatitis akut di wilayahnya.  
Seluruh rumah sakit yang berada di Jabar siap menangani kasus hepatitis akut yang menyerang bayi hingga anak usia 16 tahun.
 
"Kami telah menggelar rapat koordinasi dengan 27 kabupaten/kota dan rumah sakit di Jabar dan menjamin kesiapan pelayanan kesehatan untuk menangani kasus hepatitis akut. Artinya pasien yang memiliki kecenderungan diduga itu hepatitis akut, bisa ditindaklanjuti, baik di puskesmas maupun dirujuk ke rumah sakit yang ada," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Nina Susana Dewi di Bandung, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Menurut Nina pihak rumah sakit akan menyiapkan ruangan khusus atau isolasi untuk menangani pasien yang diduga terserang hepatitis akut. Pasalnya, hepatitis juga adalah penyakit menular, melalui makanan atau BAB tanpa cuci tangan yang bersih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyarankan agar masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan meminta masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang bersih. Jangan tukar menukar alat makan, seperti piring atau gelas, kalau semua paham, mudah-mudahan di Jabar tidak ada kasus hepatitis akut," jelasnya.
 
Baca: Pemprov Kalteng Siaga Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut
 
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah membentuk tim ahli untuk menangani kasus hepatitis akut. Selain itu, pelayanan kesehatan termasuk laboratorium sudah disiapkan salah satunya di RS Hasan Sadikin Bandung.
 
"Lab-lab ini untuk mengecek apakah kategori terduga hepatitis akut. Saya sudah cek, bahkan alat-alat teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki. Yang jelas hepatitis bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat ini dan meminta agar masyarakat tak bertukar alat makan," ujarnya.
 
Emil meminta keluarga yang sakit tidak berinteraksi dan jika terpaksa harus menggunakan proteksi diri yang memadai. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang di tengah informasi yang beredar mengenai penyakit hepatitis akut yang penyebabnya belum bisa diketahui dan sekarang kasus penyakit ini sudah bermunculan di sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia.
 
"Di Jabar belum ada dan mudah-mudahan tidak ada, sehingga imbauan ke masyarakat yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dan kunci keberhasilan dari pandemi ini dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat, supaya tetap tenang saja. Negara, sudah siap untuk mengatasi jika ada kasus ini di Jabar," lanjutnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif