Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MI/Haryanto Mega
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MI/Haryanto Mega

80 Ribu Warga Pemudik ke Jateng Jadi ODP

Nasional Virus Korona mudik
Siti Yona Hukmana • 28 Maret 2020 14:20
Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjemput 80 ribu lebih orang yang terlanjur datang dari perantauan. Padahal, pemerintah mengimbau masyarakat tidak mudik ke kampung halaman untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Mereka langsung masuk radar.
 
"Kami jemput di setiap terminal," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam diskusi radio berjudul Kerja Efektif Menghadapi Corona, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Pihaknya mengecek kesehatan setiap pemudik di terminal-terminal kedatangan. Ganjar sebenarnya ingin orang yang datang langsung ikut uji cepat (rapid test) virus korona (covid-19) karena yakin alat thermal gun tak bekerja optimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, setiap orang yang datang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Puluhan ribu pemudik yang berstatus ODP itu juga diminta mengisolasi diri (self quarantine) di rumah masing-masing.
 
"Cek diri anda. Apakah ada gejolak seperti panas, batuk, pilek, sesak napas. Nah, itu sudah ciri-ciri, gunakan masker," imbaunya.
 
Baca: Ganjar Pranowo Imbau Warga Jateng Tidak Mudik
 
Jika kesulitan mendapatkan masker, Ganjar menyarankan warga membuat masker dari kain dan dilapisi empat lembar tisu. Dalam kondisi darurat, penutup hidung dan mulut itu diyakini bisa menghambat penularan virus.
 
Ganjar pun mengimbau warga tidak mudik pada musim Lebaran 2020. Mereka yang mengindahkan imbauan pemerintah dinilai sebagai warga penyelamat bangsa.
 
"Tolong jangan pulang kampung, ingat yang di kampung itu tidak ingin tertular, mereka ingin kita jaga," imbau Ganjar.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif