hujan es di Puncak Papua. Istimewa
hujan es di Puncak Papua. Istimewa

Hujan Es Kembali Turun di Puncak Papua

Nasional hujan es
Medcom • 21 November 2019 20:54
Jakarta: Warga Kabupaten Puncak Papua kembali merasakan hujan es. Fenomena langka ini kembali terjadi setelah kemarau yang panjang di Indonesia. Bahkan, suhu udara di Kabupaten Puncak kini mencapai 2 derajat celsius.
 
Bupati Puncak, Willem Wandik, mengatakan hujan es bagi orang pengunungan Papua merupakan berkah yang harus disyukuri.
 
"Kami masyarakat pegunungan sangat bergembira, kami mengucapkan syukur kepada Tuhan. Setelah mengalami musim kemarau kepanjangan, hujan es turun kembali di kabupaten kami. Ini merupakan pertanda baik, berkah dari alam memberikan tanda kebaikan," kata Willem Wandik, Kamis 21 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wandik mengaku banyak mendapat laporan dari warga yang sangat antusias untuk mengabadikan fenomena hujan es ini dengan kamera ponsel.
 
"Fenomena ini momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Puncak yang berada di belakang pegunungan Carstensz. Sekarang suhunya sudah pasti terasa seperti di Eropa, sangat dingin," ungkapnya.
 
Meski gembira karena fenomena hujan es ini, Bupati Puncak Willem Wandik sudah melakukan langkah cepat untuk antisipasi pasca hujan es atau salju tersebut dengan menyiapkan stok makanan dan obat-obatan untuk masyarakat.
 
"Kita sudah antisipasi semua agar masyarakat tetap kondusif," jelasnya.
 
Kabupaten Puncak terletak di kawasan tertinggi di Indonesia. Kabupaten ini terletak di antara ketinggian 1.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut. Satu-satunya alat transportasi adalah melalui jalur udara. Kota Ilaga merupakan salah satu pintu masuk menuju Puncak Carstensz, Gunung tertinggi di Indonesia.
 
Sebelumnya, peralihan musim atau masa pancaroba diprediksi akan mulai terjadi pada Oktober hingga November 2019. Hal itu disampaikan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi saat peralihan musim.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif