Enam WNA China terdampar di perairan Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO/Pangkalan Angkatan Laut Rote Ndao)
Enam WNA China terdampar di perairan Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO/Pangkalan Angkatan Laut Rote Ndao)

6 WNA Tiongkok Terdampar di NTT

Nasional wna ilegal
Antara • 29 Januari 2020 08:26
Kupang: Enam warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditahan di kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka ditahan setelah terdampar di perairan Kabupaten Rote Ndao, NTT.
 
"Kami sedang proses mereka, hari ini kami tindak lanjuti dengan mengirim bagian intelijen keimigrasian ke lapangan untuk melakukan pengawasan keimigrasian dan berkoordinasi langsung dengan polres setempat," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang Syahril, di Kupang, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Pihaknya telah mendapat informasi terkait penahanan enam WNA Tiongkok yang terdampar pada Selasa, 28 Januari 2020. Namun, pihaknya terkendala akses transportasi, sehingga tindak lanjut baru bisa dilakukan hari ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan selain pengawasan, pihaknya juga melakukan telaah kasus berdasarkan informasi awal. Selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut untuk menentukan tindakan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku.
 
"Sejauh mana pendalaman kasus nantinya bisa dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 9 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Apakah nanti disanksi berupa administrasi atau deportasi atau cekal, tapi kami dalami dulu karena belum mendapat keterangan langsung dari yang bersangkutan," imbuhnya.
 
Sementara itu, Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Haryo Wibowo mengatakan enam pria asal Negeri Tirai Bambu itu yakni Fan Senghong, Cui Henggo, Hang Yongsheng, Wang Sisen, Han Baolin, dan Chi Kaishan. Mereka berasal dari Kota Jiangsu.
 
"Enam WNA itu hendak berlayar ke Australia menggunakan sebuah kapal kayu KMP Indah bersama dua nelayan asal NTT. Namun, saat tiba perairan Australia, mereka diadang otoritas keamanan laut dan pantai Australia dan diamankan pihak keamanan setempat serta dilakukan pemeriksaan selama dua malam di tengah laut," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif