Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, didampingi jajaran terkait menyampaikan pernyataan usai menutup Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020 Antara/ Zuhdiar Laeis
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, didampingi jajaran terkait menyampaikan pernyataan usai menutup Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020 Antara/ Zuhdiar Laeis

Pimpinan Kemhan Dinilai Bersinergi

Nasional pertahanan negara
Medcom • 26 Januari 2020 16:00
Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakilnya Sakti Wahyu Trenggono dinilai saling bersinergi selama seratus hari bekerja. Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati, menilai keduanya saling melengkapi.
 
"Jangan dilihat secara terpisah, di mana sesungguhnya apa yang dilakukan keduanya bersinergi," kata Susan saat dikonfirmasi, Minggu, 26 Januari 2020.
 
Susan meminta Prabowo memanfaatkan hasil kunjungannya ke Turki dan Tiongkok agar terbuka peluang akselerasi dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. Menurut Susan pertahanan negara 2020 adalah meneruskan Program MEF 2020-2024 sesuai dengan tahapan yang sudah berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berbagai sistem persenjataan yang ditawarkan kedua negara dinilai cukup proporsional di dalam mewujudkan Network Centric Warfare sebagaimana yang telah dicanangkan Panglima TNI selama ini," jelas Susan.
 
Menurut Susan rencana pemenuhan Alutsista TNI lima tahun mendatang juga patut disambut dengan baik mengingat Organisasi TNI yang baru telah disahkan melalui Perpres Nomor 66 tahun 2019.
 
Susan kembali mengatakan penggelaran kekuatan TNI di Indonesia bagian Timur menjadi perhatian pemerintah dengan konsentrasi penyelesaian separatisme Papua. Kondisi keamanan di Papua juga dapat dinilai sebagai tolok ukur keberhasilan TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana dimuat dalam UU TNI dan RUU Perbantuan TNI.
 
"Dari data-data intelijen beberapa tahun terakhir maka TNI diharapkan lebih aktif lagi di dalam mewujudkan stabilitas keamanan regional," ungkap Susan.
 
Tak hanya itu, Susan juga meminta TNI menunjukkan leadership di antara militer negara-negara anggota ASEAN. TNI dinilai dapat menyusun program aksi keamanan regional sesuai dengan ASEAN Political-Security Community yang telah dicanangkan sejak 2015.
 
"Kawasan perairan Laut Sulu antara Indonesia-Filipina-Malaysia dapat menjadi fokus TNI di dalam menunjukkan leadership di ASEAN. Dengan mewujudkan ketahanan regional, maka otomatis TNI juga dapat mewujudkan ketahanan nasional," beber Susan.
 
Susan menyebut perkembangan teknologi militer seiring dengan Revolusi Industri 4.0 menuntut Kemenhan dan Mabes TNI lebih berinovasi menciptakan taktik dan strategi perang yang lebih baik sesuai dengan Alutsista.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif