ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Kepulauan Sula Tetapkan Status Darurat Usai Diterjang Banjir

Antara • 15 Juli 2022 15:59
Malut: Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut), menetapkan status darurat banjir setelah sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. Penetapan status darurat terhitung sehari usai bencana, sejak 14 hingga 21 Juli 2022.
 
Penetapan status darurat ini mendapatkan respons dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsih juga telah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk gerak cepat.
 
"Bupati Fifian memerintahkan perangkatnya dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mempercepat penanganan darurat banjir di wilayah Kepulauan Sula. Di samping itu, upaya ini untuk kesiapsiagan menghadapi potensi bahaya banjir susulan," kata Muhari, Jumat, 15 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhari mengatakan prakiraan cuaca pada Jumat, 15 Juli 2022, menyebutkan wilayah Kepulauan Sula berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sedangkan esok harinya, hujan ringan.
 
Banjir yang terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang menerjang tiga kecamatan di Kepulauan Sula. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula mencatat peristiw tersebut merendam 13 desa pada sejumlah kecamatan.
 
Wilayah desa yang terdampak di tiga kecamatan, yakni Desa Fagudu, Falahu, Fogi, Mangon, Pastina, Umalaya, Waibau, Waiham dan Wai Ipa di Kecamatan Sanana. Kemudian Desa Fukwew, Mangega dan Pohea di Kecamatan Sanana Utara, serta Desa Pastina di Sulawesi Tengah.
 
BPBD melaporkan 750 KK terdampak pada sejumlah desa. Tidak ada laporan korban jiwa atau warga yang mengungsi.
 
Baca: 25 Rumah di Pati Hanyut Tersapu Banjir

"Banjir dengan tinggi muka air 60-70 sentimeter (cm) ini mengakibatkan rumah rusak berat 7 unit dan terdampak 750 unit. Sedangkan infrastruktur publik, BPBD menyebutkan fasilitas pendidikan terdampak 8 unit dan kesehatan 2 unit," kata Muhari.
 
Selain itu, beberapa fasilitas terdampak berupa talud penahan banjir dua unit, jembatan dua unit, kantor empat unit, serta jalan dua titik. Berbagai unsur terlibat dalam penanganan darurat, seperti TNI, Polri, aparat desa dan kecamatan serta OPD terkait.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif