Aktivitas Gunung Slamet kembali meningkat dengan mengeluarkan letusan abu seperti terlihat dari Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2014) - MI/Liliek Dharmawan
Aktivitas Gunung Slamet kembali meningkat dengan mengeluarkan letusan abu seperti terlihat dari Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2014) - MI/Liliek Dharmawan

Warga Lereng Gunung Slamet Ronda Malam Lagi

Afwan Abdul Basit, Supardji Rasban • 17 September 2014 20:08
medcom.id, Pemalang: Aktivitas Gunung Slamet meningkat lagi sepanjang hari ini (17/9/2014). Bahkan, warga sempat panik melihat letusan abu setinggi 1 kilometer (km) dan beberapa kali suara dentuman, pagi tadi.
 
Sejumlah desa yang berada di lereng Slamet dihujani pasir. Dentuman pun menggetarkan tanah dan bangunan rumah warga di Desa Clekatakan, Kecamaan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
 
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menyebut dentuman itu membuat warga keluar rumah berhamburan. "Setiap kali terjadi dentuman disertai sembuan awan hitam pekat," ujar Sutrisno, hari ini.

Peningkatan aktivitas gunung tertinggi di Jateng itu membuat warga makin waspada. Sutrisno berkata, warga di desanya kembali menggelar ronda malam. "Nanti kami akan lebih mengaktifkan ronda malam untuk berjaga-jaga barangkali terjadi sesuatiu yang tidak diinginkan," tukasnya.
 
Selain mengeluarkan menggetarkan sekitar rumah dan hujan pasir, letusan juga membuat kawasan dekat puncak gunung terbakar. "Banyak kawasan dekat puncak gunung yang terbakar sekurangnya ada lima titik api yang besar dan 7 lainnya kecil," tutur Kades.
 
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, aktivitas gunung tertinggi di Jateng itu mulai meningkat sejak jam 06.00 WIB. Hingga jam 12.00 WIB, terlihat 8 kali letusan abu warna kelabu tebal dengan ketinggian 500-1.000 meter. Selain itu, tercatat 51 kali gempa hembusan, 8 kali gempa letusan dan dua kali gempa tremor harmonik.
 
"Padahal, sejak jam 00.00 WIB hingga 06.00 WIB sangat tenang. Hanya terpantau sekali gempa hembusan. Sementara 6 jam sebelumnya, tidak ada aktivitas seismik sama sekali," kata Sudrajat.
 
Sementara itu, pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, terjadi 11 kali letusan abu warna kelabu kehitaman tebal setinggi 700-1.200 meter ke arah Selatan. Lontaran material pijar setinggi 300-500 dari puncak.
 
"Terdengar 6 kali suara dentuman sedang hingga kuat," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, malam ini.
 
Meski terus meningkat, aktivitas Gunung Slamet masih siaga atau level III. "Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer puncak Slamet," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>