Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

PPKM Mikro Berlanjut, Pemkot Malang Tambah Posko di RT/RW

Nasional Virus Korona PSBB pandemi covid-19 PSBM
Daviq Umar Al Faruq • 22 Februari 2021 17:22
Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021.
 
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, penerapam PPKM mikro tahap kedua dilakukan dengan salah satunya menambah posko di tingkat RT dan RW.
 
"Kita tinggal kuatkan, kalau kemarin poskonya sekitar 1.200 sekian, nanti sampai 4.000-an, karena basisnya seluruh RT. Saat ini belum semua, masih seribu sekian," katanya, Senin, 22 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutiaji mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar PPKM mikro diterapkan hingga pandemi covid-19 berakhir. Hal itu agar masyarakat dapat terbiasa dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
 
"Ketika di tingkat RT/RW terpantau baik, itu sudah selesai. Tadi saya usul tambahan, untuk ekonomi dan sosial, mulai pelan-pelan dibuka, dilonggarkan sedikit, kantor yang WFH (work from home) 50:50, sekarang 60:40, 60 yang bekerja di kantor," jelasnya.
 
Baca juga: PPKM Mikro di DIY Dilanjutkan hingga Maret
 
Selain itu, Pemkot Malang juga mengusulkan agar sektor usaha, salah satunya pusat perbelanjaan, untuk dilonggarkan secara perlahan, dengan persentase 60:40.
 
"Pada gilirannya, sampai akhir, sudah 100 persen, tapi tetap pakai PPKM Mikro. Saya sudah sampaikan usulan itu, tapi tidak tertulis, saya telepon Dirjen. Itu sudah dipertimbangkan. Supaya masyarakat kita dan ekonomi bergerak, pengawasannya juga ditarik di tingkat paling bawah," terangnya.
 
Sebelumnya, Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,4 miliar untuk insentif RT/RW selama penerapan PPKM Mikro. Setiap RT/RW akan mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu.
 
"Dana RT sudah mulai (dicairkan), tapi teknis di lapangan akan saya pantau. Kemarin Rp2,4 miliar sekian itu," ujarnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif