Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Jateng Siapkan Hampir 10 Ribu Tenaga Vaksinator Covid-19

Nasional Virus Korona protokol kesehatan Vaksinasi covid-19
Mustholih • 04 Januari 2021 17:12
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan hampir 10 ribu tenaga vaksinator covid-19. Rencananya, vaksinasi covid-19 di Jawa Tengah mulai dilakukan pada 14 Januari 2020.
 
"Untuk tenaga yang sudah dilatih sebagai vaksinator 2.785 orang pada tahap pertama. Tahap kedua, 6.317 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 3 Januari 2020.
 
Menurut Yulianto, vaksinasi di Jateng dimulai dengan disuntiknya Presiden Joko Widodo dengan vaksin covid-19 pertama kali. Sampai saat ini, kata Yulianto, Pemerintah Provinsi terus mematangkan proses vaksinasi covid-19. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Direncanakan vaksin akan diberikan menunggu Bapak Presiden. Karena yang pertama kali (divaksin itu) Bapak Presiden. Lalu setelah itu baru yang lain, kira-kira 14 januari," jelas Yulianto.
 
Baca: Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni Pekan Ini
 
Yulianto mengatakan Jateng sudah menerima 62.560 dosis vaksin covid-19 produksi Sinovac. Vaksin tersebut tiba di Semarang, Jawa Tengah, pada dini hari tadi.
 
Yulianto berujar, tenaga medis beserta tenaga penunjang seperti tenaga administasi, sopir, dan pengurus jenazah, menjadi orang yang menerima vaksin covid-19 pada tahap pertama. Pada tahap pertama, jumlah tenaga medis yang akan menerima vaksin berjumlah 31.255 orang. 
 
"Mereka akan disuntik vaksin dua kali," ujar Yulianto.
 
Yulianto mengatakan kehadiran vaksin covid-19 memberi harapan baru bagi warga Jateng segera bebas dari pandemi virus korona. Sejauh ini, kata Yulianto, virus korona di Jateng telah menyebabkan banyak rumah sakit merawat pasien covid-19. 
 
"Per 3 januari itu, kita sudah menyiapkan 14.117 tempat tidur isolasi. Lalu, yang sudah terpakai 5.826 tempat tidur isolasi. Kita sudah siapkan 156 unit ICU. Yang terpakai 421 unit," beber Yulianto.
 
Meski begitu, kata Yulianto, tren penyebaran virus korona di Jateng mengalami penurunan. Dia mengatakan puncak angka kasus positif dan angka kematian covid-19 di Jateng terjadi pada 21 dan 22 Desember 2020. 
 
"Jumlah kasus dan jumlah kematian puncaknya ada di 21-22 Desember 2020. Tapi, dua minggu terakhir turun. Tapi kita punya pengalaman setelah libur panjang terjadi peningkatan kasus. mudah-mudahan libur panjang kemarin tidak ada tambah kasus," kata Yulianto tanpa membuka data jumlah kasus positif dan jumlah kematian akibat covid-19 di Jateng yang menunjang klaimnya terjadi penurunan.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif