Buron Interpol asal Rusia bernama Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer dideportasi oleh Kantor Imigrasi Bali, Selasa, 23 Maret 2021. (Foto: MI/Arnold Tanti)
Buron Interpol asal Rusia bernama Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer dideportasi oleh Kantor Imigrasi Bali, Selasa, 23 Maret 2021. (Foto: MI/Arnold Tanti)

Buron Interpol Asal Rusia Dideportasi

Media Indonesia.com • 24 Maret 2021 06:44
Denpasar: Buron Interpol asal Rusia bernama Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer akhirnya dideportasi oleh Kantor Imigrasi Bali, Selasa, 23 Maret 2021.
 
Sebelumnya, pada 11 Februari 2021, Andrey melarikan diri saat akan dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Ia dibantu oleh teman perempuannya yang bernama Ekaterina Trubkina yang juga sudah dideportasi beberapa hari sebelumnya.
 
Pasca pelarian selama 13 hari, Tim Polda dan Tim Imigrasi Ngurah Rai berhasil menangkap dua warga negara asing itu di wilayah Canggu Kuta Utara, pada 24 Februari 2021 sekitar pukul 01.30 Wita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, menegaskan, proses pendeportasian dilakukan Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bekerja sama dengan tim dari Polda Bali dan NCB Divhubinter Polri dipimpin Kombes Tommy Arya Dwianto, sekitar pukul 13.10 WITA, Selasa, 23 Maret 2021.
 
Deportasi dengan menggunakan pesawat City Link Nomor Penerbangan QG 685 ETD dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
 
Baca juga: Kepri Terima 50 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca
 
Menurut Jamaruli, Andrey Kovalenko alias Andrew Aye telah selesai menjalani hukuman pidana selama 1 tahun 6 bulan di Lapas Kelas IIA Kerobokan. Yang bersangkutan diserah terimakan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dilakukan Proses Tindakan Administrasi Keimigrasian Pendeportasian dan pengusulan Cekal.
 
"Andrey Kovalenko alias Andrew Ayer telah didetensi selama 28 hari. Enam hari didetensi di Ruang Detensi Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sejak 24 Februari 2021 dan selanjutnya sejak 1 Maret 2021 dititipkan pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bangli selama 22 hari. Yang bersangkutan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian disertai usulan penangkalan terhadap seorang subjek Red Notice Interpol Warga Negara Rusia," ujarnya.
 
Subjek Red Notice tersebut selanjutnya meneruskan penerbangan dari Jakarta kembali ke negaranya dengan dikawal oleh dua orang anggota NCB Interpol Rusia dengan pesawat Singapur Airlines Nomor Penerbangan SQ 965 dari Jakarta menuju Singapura. Kemudian Singapur Airlines Nomor Penerbangan SQ 362 dari Singapura menuju Moskow, Rusia.
 
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Mabes Polri, NCB Divhubinter Polri, Polda Bali, Lapas Narkotika Bangli, serta seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses pendeportasian ini," jelasnya. (Arnoldus Dhae)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif