Kendal: Polres Kendal, Jawa Tengah mengadakan vaksinasi massal pada malam hari. Uniknya, vaksinasi kali ini dikemas dengan konsep menarik yang mengusung tema horor untuk menarik minat warga.
Para petugas vaksinator dan aparat kompak berkostum layaknya hantu seperti pocong hingga kuntilanak.
"Banyak masyarakat seperti pekerja kantoran, petugas keamanan yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk vaksin. Maka kami buat vaksinasi malam hari dengan kostum hantu supaya menarik minat warga," ujar Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin, 27 September 2021.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan minuman hangat seperti jahe merah dan bandrek agar masyarakat semakin terkesan. Tak lupa, peserta vaksinasi juga diberikan sembako.
Hal ini dilakukan sebagai langkah mendukung percepatan vaksinasi pemerintah. Hingga saat ini, vaksinasi Kabupaten Kendal telah mencapai 46,7 persen.
"Saya yakin dengan melaksanakan vaksinasi malam bisa mencapai 70 persen vaksinasi," imbuhnya. (Mentari Puspadini)
Kendal: Polres Kendal, Jawa Tengah mengadakan
vaksinasi massal pada malam hari. Uniknya, vaksinasi kali ini dikemas dengan konsep menarik yang mengusung tema horor untuk menarik minat warga.
Para petugas vaksinator dan aparat kompak berkostum layaknya hantu seperti pocong hingga kuntilanak.
"Banyak masyarakat seperti pekerja kantoran, petugas keamanan yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk vaksin. Maka kami buat vaksinasi malam hari dengan kostum hantu supaya menarik minat warga," ujar Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin, 27 September 2021.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan minuman hangat seperti jahe merah dan bandrek agar masyarakat semakin terkesan. Tak lupa, peserta vaksinasi juga diberikan sembako.
Hal ini dilakukan sebagai langkah mendukung percepatan vaksinasi pemerintah. Hingga saat ini, vaksinasi Kabupaten Kendal telah mencapai 46,7 persen.
"Saya yakin dengan melaksanakan vaksinasi malam bisa mencapai 70 persen vaksinasi," imbuhnya.
(Mentari Puspadini) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)