ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.

Anggota Polri Dinilai Layak Jadi Pimpinan KPK

Nasional capim kpk
Deny Irwanto • 14 Agustus 2019 12:00
Jakarta: Indonesian Police Watch (IPW) menilai Wakabareskrim Polri Irjen Antam Novambar sebagai salah satu sosok yang tepat untuk menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane mengatakan Irjen Antam juga dinilai sebagai perwira yang bersih dari kasus di internal polri.
 
Terkait adanya tudingan intimidasi terhadap Direktur Penyidik KPK oleh Irjen Antam juga tidak terbukti hingga saat ini. "Artinya sepanjang belum ada pengaduan dan belum ada proses hukum, tudingan itu hanya sekadar isu yang tidak perlu ditanggapi," kata Neta saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Neta menjelaskan penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama yang diberikan Presiden Joko Widodo pada 2017 lalu sudah membuktikan jika Akademi Polisi (Akpol) tahun 1985 ini
mempunyai kredibilitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neta kembali mengatakan perhatian Antam dalam pemberantasan korupsi sudah dimula sejak menjadi Kapolres Ketapang, Kalimantan Barat pada 2005. Antam dinilai mampu menghapus praktik pungutan liar (pungli). Selama 33 tahun berkarir, aktivitas Antam di Polri didominasi kegiatan di bidang reserse.
 
Neta berharap pada tahapan seleksi berikutnya Pansel KPK bisa menyaring secara ketat capim yang tersisa hingga menyisakan empat polisi dan dua jaksa dan 14 figur lainnya yang punya kompetensi.
 
"Ke depan KPK harus diisi oleh dua Pati Polri sebagai pimpinan agar pimpinan KPK bisa tegas dan tidak takut pada bawahan," jelas Neta.
 
40 peserta seleksi capim KPK mengikuti profile assessment. Berdasarkan jenis kelamin, 36 di antaranya terdiri dari laki-laki. Sedangkan, 4 lainnya perempuan.
 
Sementara, berdasarkan profesi, 40 orang yang lulus antara lain, akademisi atau dosen sebanyak tujuh orang dan advokat sebanyak dua orang. Kemudian, jaksa sebanyak tiga orang, mantan jaksa sebanyak satu orang, hakim sebanyak satu orang.
 
Kemudian anggota Polri yang lolos dari tahap ini sebanyak enam orang, komisioner dan pegawai KPK sebanyak lima orang, auditor sebanyak empat orang Komisi Kejaksaan satu orang, PNS empat orang, pensiunan PNS satu orang, dan lain-lain sebanyak lima orang.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif