Warga makan nasi jangkrik saat puncak acara Bukak Luwur Sunan Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)
Warga makan nasi jangkrik saat puncak acara Bukak Luwur Sunan Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)

Ratusan Kilometer Demi Nasi Jangkrik

Nasional tradisi
Rhobi Shani • 10 September 2019 18:52
Kudus: Ahsanul Wafi dan Ahmad Hasan Basri duduk bersila di bawah terik matahari di halaman Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Tangannya memegang bungkusan nasi.
 
Tak sembarangan nasi, makanan terbungkus daun jati itu didapatkannya setelah menempuh perjalanan ratusan kilo meter. Wafi dan Ahmad datang dari Kabupaten Purworejo hanya untuk mendapatkan 'kudapan' yang dikenal warga dengan nasi jangkrik.
 
“Sampai sini (Masjid Menara Kudus) kemarin sore. Terus ini tadi langsung ikut antre. Alhamdulillah dapat nasi berkat. Semoga berkah,” ujar Wafi menyodorkan nasi di tangannya, Selasa, 10 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wafi mengaku bersama Hasan nekat mengompreng untuk sampai ke Kudus. Keduanya bahkan rela berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan lain dan istirahat di musala tepi jalan.
 
Kepada Medcom.id, Wafi mengatakan makanan itu hanyalah nasi dengan lauk daging kambing atau kerbau. Namun makanan itu hanya dibagikan saat tradisi Buka Luwur makam Sunan Kudus pada 10 Muharam setiap tahunnya.
 
“Datang ke sini (Masjid Menara Kudus) hanya untuk mencari berkah saja. Ikut tradisi buka luwur,” ungkapnya.
 
Terpisah, Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Em Najdib Hassan, mengungkapkan ada 24.900 bungkus nasi jangkrik yang dibagikan. Selain itu ada pula nasi berkat keranjang, yakni nasi dengan lauk uyah asem dibungkus dan jati, kemudian dikemas ke dalam keranjang bambu.
 
“Rinciannya 2.396 berkat keranjang dan 33.662 berkat bungkusan,” kata Nadjib.
 
Untuk menyiapkan nasi sebanyak itu masyarakat bahu membahu memasaknya. Juru masak didominasi kaum Adam. Bahan-bahan yang terkumpul merupakan hasil sedekah dari warga dan sejumlah tokoh yang ada di Kudus.
 
“Hasil sedekah yang terkumpul yakni berupa 14 ekor kerbau, 84 ekor kambing, 7 ekor ayam, 15.270 kilogram beras. Juga masih ada 482 kilogram gula, 12 botol kecap, 51,5 kilogram bawang merah, 9,5 kilogram bawang putih, garam 56,5 kilogram, 18 tandan pisang, dan 283 butir kelapa,” beber Nadjib.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif