Bukan Bocor, Ini Penyebab Utama Kecelakaan KM Lestari Maju

Andi Aan Pranata 11 Juli 2018 14:15 WIB
Kapal Tenggelam di Selayar
Bukan Bocor, Ini Penyebab Utama Kecelakaan KM Lestari Maju
Penumpang kapal berenang di laut menyelamatkan diri. Istimewa
Makassar: Kapal feri KM Lestari Maju kandas dalam pelayaran di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 3 Juli 2018. Kecelakaan kapal yang menewaskan 36 penumpang diduga bukan akibat lambung kapal bocor, tapi karena air laut masuk ke lambung kapal.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan sekitar pukul 12.30 Wita kapal menemui cuaca buruk di perjalanan dengan ketinggian gelombang mencapai 4-5 meter. Air masuk ke dalam kapal melalui sisi depan dan jendela sebelah kiri. Debit air membuat kapal miring.

Saat itu, awak mencoba menguras air menggunakan alat pompa celup. Namun debit air semakin banyak dan kapal tetap miring. Pada pukul 13.40 Wita, nakhoda berinisiatif menyandarkan kapal ke pantai Pa’badilang kecamatan Bonto Mate’ne Selayar.


Baca: Kemenhub Masih Evaluasi Kecelakaan KM Lestari Maju

“Namun kapal kandas yang mengakibatkan sebagian kapal tenggelam, sekitar 300 meter dari bibir pantai dengan kedalaman laut 3-4 meter,” ujar Dicky.

“Kemudian beberapa penumpang kapal panik dan melompat ke laut, dan tenggelam,” dia menambahkan.

Petugas gabungan dari Kepolisian dan Basarnas dibantu TNI AL mengevakuasi penumpang kapal sejak hari kejadian hingga 10 Juli. Ditemukan 36 korban tewas, dan 205 orang selamat. Satu korban tidak ditemukan, yakni Aditya, bocah lelaki berusia 11 bulan.

Pada konferensi pers di Markas Polda Sulsel, Dicky menyatakan kapal berlayar menyalahi daftar manifes. KM Lestari Maju juga diketahui tidak dilengkapi dokumen keselamatan, karena telah kedaluwarsa. 

“Ini belum selesai, kami akan terus bekerja menyidik kembali siapa-siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan laut KM Lestari Maju ini. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” Dicky menambahkan.

Saat ini, polisi sudah menetapkan tiga tersangka. Masing-masing nakhoda bernama Agus Susanto; petugas Syahbandar Pelabuhan Bira, Bulkukumba Kuat Maryanto; dan pemilik kapal Hendra Yuwono.






(ALB)