Massa menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulut, Senin (15/5/2017). (Metrotvnews.com/Mulyadi)
Massa menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulut, Senin (15/5/2017). (Metrotvnews.com/Mulyadi)

Soal Fahri Hamzah, Massa Kembali Geruduk Kantor Gubernur Sulut

M Rodhi Aulia, Mulyadi Pontororing • 15 Mei 2017 20:22
medcom.id, Manado: Massa yang menamakan diri Forum Peduli Masyarakat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin, 15 Mei 2017. Mereka menyatakan kekecewaannya atas sikap Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut saat menyambut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
 
Baca: Di Hadapan Gubernur Sulut, Massa Desak Fahri Hamzah Diusir
 
"Ini menyakiti rakyat Sulawesi Utara. Apalagi Fahri Hamzah tidak mau menemui warga. Seharusnya dirinya gentle, datang dan diskusi dengan warga yang sedari pagi menunggu di bandara," kata koordinator aksi, Rocky Oroh, saat berorasi di depan kantor gubernur.

Dia mengatakan, kekecewaan warga makin memuncak saat terkecoh lantaran Fahri dikawal melalui pintu lain untuk menghindari massa. "Mereka lewat semak-semak saat datang dan pulang. Mana ada pejabat negara datang dan pulang lewat pintu belakang," teriak Rocky.
 
Rocky menuding sambutan hangat Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Fahri berkait dengan kasus kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el). "Mengingat Fahri Hamzah adalah orang yang paling berperan dalam melemahkan KPK," sebutnya.
 
Tak ada agenda khusus
 
Perwakilan demonstran akhirnya diizinkan masuk ke kompleks kantor gubernur. Mereka menggelar pertemuan tertutup. Pertemuan itu juga diikuti sembilan perwakilan adat Minahasa bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey-Steven Kandouw.
 
Olly mengatakan masyarakat ingin mengklarifikasi kedatangan Fahri ke Sulut. Utamanya, soal agenda khusus yang dibawa oleh pimpinan DPR itu.
 
"Saya bilang tidak ada. Dia kan sebagai pimpinan DPR ke Sulut, dan kami terima dengan baik. Pak Fahri melakukan kegiatan berceramah di depan mahasiswa KAMMI dan tokoh masyarakat, cukup baik penjelasannya," kata Olly usai pertemuan.
 
Bahkan Olly menyebut ada rekaman kegiatan ceramah Fahri itu. "Kalau ingin bisa dilihat," katanya.
 
Baca: Gubernur Sulut: Sudah Kewajiban Kami Menyambut Fahri Hamzah dengan Baik
 
Perwakilan masyarakat, kata Olly, juga meminta, agar Sulut harus terus dijaga dan tidak dianaktirikan. Menurutnya, pertanyaan itu juga merupakan masukan kepada pemerintah dan dia akan mendukung.
 
"Saya kira itu sangat positif bagi kita warga negara, karena tidak ada warga negara kelas satu, kelas dua kita harus bersama-sama mendukung Pancasila, itulah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah teruji di mana-mana karena ada Pancasila, kita bisa bersama di dalam negara tercinta ini," kata Olly.
 
Terkait hal ini, Metrotvnews.com mencoba untuk menghubungi Fahri Hamzah. Namun, panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan melalui ponsel belum mendapat respons.
 

 
Pada Sabtu, 13 Mei 2017, massa menolak kedatangan Fahri di Manado. Massa mencoba menerobos gedung VVIP Bandara Sam Ratulangi.
 
Baca: Polda Sulut Sebut Aksi Tolak Fahri Hamzah Spontanitas Warga
 
Dengan pertimbangan menghindari bentrokan, petugas membiarkan beberapa perwakilan massa merangsek ke gedung VVIP. Gubernur Olly sempat keluar untuk menenangkan massa.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>