Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ikut dalam pencarian dan evakuasi para korban laka air speedboat di Sungai Sebangau, Palangka Raya, Senin malam. (Foto: ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ikut dalam pencarian dan evakuasi para korban laka air speedboat di Sungai Sebangau, Palangka Raya, Senin malam. (Foto: ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Gubernur Kalteng Belum Bisa Pastikan Kunjungan Raja Belanda

Nasional kecelakaan kapal tabrakan kapal
Antara • 10 Maret 2020 09:18
Palangkaraya: Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran belum bisa memastikan kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke daerah itu setelah insiden tabrakan kapal cepat bermotor (speedboat) di Sungai Sebangau, Palangka Raya, Senin, 9 Maret 2020.
 
"Kami belum tahu apakah dari Kerajaan Belanda jadi atau tidaknya. Nanti kami akan berhubungan dengan pihak kerajaan dan juga Kementerian Luar Negeri," kata dia, melansir Antara, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Sugianto mengatakan pihaknya hari ini berencana menggelar rapat koordinasi wilayah pengamanan VVIP kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Dua WN Belanda Korban Kecelakaan di Sungai Sebangau
 
Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung ke sejumlah tempat di Palangka Raya pada 11-13 Maret, di antaranya Taman Nasional Sebangau, Nyaru Menteng, Taman PKK Betang Temanggung Tilung, serta Stadion Tuah Pahoe.
 
Namun, saat pengecekan lokasi guna mengamankan tamu VVIP kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Sungai Sebangau, terjadi kecelakaan sungai dialami oleh tim. Melalui upaya pencarian hingga malam hari, 27 korban kecelakaan berhasil ditemukan dan dievakuasi.
 
"Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat di Kalteng, saya menyampaikan duka cita yang mendalam untuk keluarga korban," ungkapnya.
 
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan menambahkan pihaknya belum menerima informasi terkait perubahan rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangkaraya.
 
"Belum ada yang namanya pengulangan susunan acara atau reschedule," ujar dia.
 
Baca juga:Rombongan Speedboat Paspampres Kecelakaan di Palangkaraya
 
Ia menjelaskan kronologis kecelakaan perahu motor cepat tersebut. Kecelakaan terjadi di tikungan sungai. Tim yang terdiri atas dua kapal yang melakukan survei, yakni kapal tim utama dan pengiring saat belokan berpapasan dengan kapal tim lain yang membawa logistik.
 
Kapal pembawa logistik cukup besar untuk ukuran sungai kecil tersebut, sehingga pada akhirnya saat kecepatan cukup tinggi dengan posisi sama-sama di tengah akhirnya bertabrakan.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif