Pencari Suaka Tuntut Pindah ke Rumah Komunitas

Antara 26 Oktober 2018 15:11 WIB
pencari suaka
Pencari Suaka Tuntut Pindah ke Rumah Komunitas
Pencari suaka dari Afghanistan tinggal di trotoar di depan Rudenim Kalideres, Jakarta Barat, MI - Haufan Hasyim Salengke
Kupang: Ratusan pengungsi asal Timur Tengah berunjuk rasa di depan Kantor International Organization for Migration (IOM) atau Organisasi Internasional untuk Migrasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat siang, 26 Oktober 2018. Demontran menuntut IOM memindahkan mereka ke daerah yang mempunyai rumah komunitas.

Ali Faqiri mengatakan sudah lima tahun tinggal di Kupang. Ia berharap IOM segera memindahkan Ali dan keluarganya ke rumah komunitas.

"Kami ingin pindah ke rumah komunitas," kata Ali, pengungsi asal Afghanistan, di Kupang.


Rumah komunitas adalah penampungan dengan konsep baru untuk warga asal Timur Tengah dan Asia yang mencari suaka. Di kawasan itu, anak-anak pengungsi dapat bersekolah.

Ali mengatakan mereka berasal dari Afghanistan, Pakistan, Eutopia, dan Srilanka. Menurut Ali, sebanyak 27 temannya pindah ke Kalimantan yang ada rumah komunitasnya.

Shafur, pengungsi asal Afghanistan, pun mengharapkan hal serupa. Ia mengaku sudah tiga tahun di Kupang.

"Anak saya tahun depan seharusnya sudah bersekolah. Tidak adanya rumah komunitas saya kebingungan bagaimana menyekolahkan anak saya," ujarnya.

Dia berharap bisa secapatnya masalah itu diproses. Sehingga masa depan anak-anaknya bisa lebih baik ke depannya.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id