Wali Kota Depok Mohammad Idris. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Wacana Pemekaran Provinsi Bogor Raya

Depok Lebih Pilih DKI Jakarta Ketimbang Bogor Raya

Octavianus Dwi Sutrisno • 20 Agustus 2019 21:05
Depok: Wacana pemekaran Provinsi Bogor Raya mengundang banyak respons dari kepala daerah yang bakal terdampak. Sejumlah wilayah justru lebih sepakat wacana untuk menggabungkan Jabodetabek menjadi provinsi baru.
 
Salah satunya Depok. Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan wilayahnya lebih layak bergabung ke Jakarta karena aktivitas penduduk Depok yang kebanyakan komuter untuk kerja di di wilayah Jakarta.
 
"Yang komuter itu 65 persen ke Jakarta, selebihnya Bogor dan Bekasi. Jadi ada 90 persen warga yang bekerja di sana," Ucap Idris, Selasa 20 Agustus 2019.

Dilihat dari sisi kebutuhan, Kota Depok tidak terpisahkan dengan DKI Jakarta. Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota, Depok harus berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
Setidaknya ada empat kebutuhan paling terkait dengan Jakarta mencakup sanitasi, air bersih, udara, sampah.
 
"Ini memang jelas, makanya kita sisasati wilayah otonomi ini yang satu masuk ke Banten (Tangerang), satu masuk ke Jabar (Bekasi dan Depok) berbatasan langsung dengan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan disiasati dengan membentuk Badan Koordinasi Pemerintah (BKSP) Jabodetabek," bebernya.
 
Dari sisi budaya, Kota Depok di wilayah Jabar masuk rumpun Melayu Depok. Dari bahasa Depok lebih serupa dengan DKI Jakarta jika ditelaah lebih lanjut.
 
"Kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih cenderung ke Jakarta dan ini adalah budaya," tegasnya.
 
Namun, Idris menegaskan letak geografis Kota Depok berada di kawasan Jawa Barat dan tidak bisa dipisahkan begitu saja. Tidak mudah memindahkan Ibu Kota maupun membentuk suatu provinsi.
 
"Kalau berbicara wacana kebutuhan, daerah budaya memang arahnya ke sana (Jakarta) tapi kalau dari kewilayahan, asal muasalnya ya Jawa Barat. Ini harus intervensi pemerintah kota serius bicarakan ini,"
 
Secara pribadi, Idris lebih memilih masuk menjadi bagian dari DKI Jakarta terutama dari segi bahasa. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Depok ini mengaku tidak mengeri bahasa Sunda.
 
"kalau anda nanya sisi bahasa saya lebih milih bahasa Jakarta karena saya ga ngerti bahasa Sunda, misal kemarin upacara ultah Jabar, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya ga paham. Kalau bahasa ya ke Jakarta," pungkasnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>