Petugas BBPOM DIY saat lakukan uji sampel makanan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Petugas BBPOM DIY saat lakukan uji sampel makanan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Ikan Laut di Pasar Gunungkidul Diberi Pengawet Mayat

Nasional makanan berformalin makanan berbahaya
Ahmad Mustaqim • 09 Desember 2019 19:00
Gunungkidul: Pedagang di Pasar Argosari Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul kedapatan memakai formalin untuk mengawetkan ikan laut jenis cumi-cumi. Jenis pengawet mayat ini tak dianjurkan untuk dicampurkan ke makanan apapun.
 
"Formalin itu sebenarnya digunakan untuk pengawet mayat. Jika digunakan untuk makanan akan mengganggu kesehatan," kata Pejabat Bidang Informasi dan Komunikasi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wulandari di Pasar Argosari pada Senin, 9 Desember 2019.
 
BBPOM DIY mengetahui hal itu saat melakukan pengawasan makanan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2020, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Menurut Wulandari, pihaknya semula menguji coba 13 sampel makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan sampel makanan dipilih yang akrab dikonsumsi masyarakat, seperti cumi, teri nasi, ikan asin, bakso, tahu, dan roti moho. "Setelah kami uji, untuk teri nasi, ikan asin dan cumi positif mengandung formalin," ujarnya.
 
Wulandari mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai makanan yang mengandung zat berbahaya, termasuk formalin. Salah satu cirinya yakni makanan tersebut jarang dihinggapi lalat.
 
Selain itu, juga perlu diwaspadai makanan yang warnanya mencolok. Meskipun, kata dia, makanan dengan ciri demikian perlu diuji di laboratorium untuk memastikannya.
 
"Biasanya kami temui makanan mengandung pewarna tekstil. Kali ini nihil. Perdagangan mulai memakai pewarna makanan," kata dia.
 
Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sumber Daya Alam DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, mengungkapkan, harga kebutuhan pokok jelang hari raya Natal 2019 dan tahun baru 2020 cukup stabil. Menurut dia, tetap ada kenaikan harga meskipun tidak signifikan.
 
Ia meminta distributor kebutuhan pokok tak melakukan penimbunan barang. Ia mengatakan kebutuhan masyarakat jelang akhir tahun biasa mengalami meningkatan.
 
"Distributor harapannya tak menimbun barang agar tidak ada kelangkaan barang. Stok bahan-bahan kami kira cukup hingga akhir tahun," katanya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif