Tangerang: Ratusan rumah penduduk di Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, terendam air dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah warga masih tertahan di rumahnya dan menunggu evakuasi.
"Sebagian besar warga masih yang tak sempat mengevakuasi diri terjebak di dalam rumah mereka. Karena lampu dipadamkan jadi enggak bisa keluar rumah," kata ketua RT blok B, Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Zaenal saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 1 Januari 2020.
Zaenal mengatakan hujan yang tak kunjung reda sejak dini hari tadi membuat ketinggian air semakin meningkat dan belum surut hingga siang ini. Zaenal menjelaskan ketinggian air terparah sudah mencapai sekitar tiga meter.
"Warga yang memiliki rumah tingkat masih bertahan di lantai dua. Kami sangat butuh bantuan berupa perahu karet, karena di sini banyak balita," jelas Zaenal.
Zaenal menuturkan volume air cepat meninggi karena tanggul Waduk Fortune, Kunciran, Tangerang, jebol. Limpahan air masuk ke sungai di sebelah Kompleks Wisma Tajur. "Tanggulnya jebol yang buat kami kebanjiran. Padahal tanggul itu baru dibuat," ungkap Zaenal.
Sementara Yudi kerabat dari salah satu korban banjir mengatakan dirinya telah menunggu sanak keluarganya untuk dievakuasi ke rumahnya sejak pukul 12.00 WIB. Namun hingga kini dirinya belum dapat membawa keluarga lantaran belum dievakuasi ke wilayah yang aman.
"Sudah hampir empat jam saya menunggu di sini (tempat aman dari banjir) tapi enggak datang-datang. Saya cuma dapat informasi kalau mereka enggak bisa kemana-mana karena belum dievakuasi. Perahu karet sangat butuh," jelas Yudi.
Sebelumnya Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang terendam. Debit air meningkat pesat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Mereka bahkan harus menyelamatkan diri ke lantai dua.
Tangerang: Ratusan rumah penduduk di Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, terendam air dengan ketinggian bervariasi. Sejumlah warga masih tertahan di rumahnya dan menunggu evakuasi.
"Sebagian besar warga masih yang tak sempat mengevakuasi diri terjebak di dalam rumah mereka. Karena lampu dipadamkan jadi enggak bisa keluar rumah," kata ketua RT blok B, Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Zaenal saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 1 Januari 2020.
Zaenal mengatakan hujan yang tak kunjung reda sejak dini hari tadi membuat ketinggian air semakin meningkat dan belum surut hingga siang ini. Zaenal menjelaskan ketinggian air terparah sudah mencapai sekitar tiga meter.
"Warga yang memiliki rumah tingkat masih bertahan di lantai dua. Kami sangat butuh bantuan berupa perahu karet, karena di sini banyak balita," jelas Zaenal.
Zaenal menuturkan volume air cepat meninggi karena tanggul Waduk Fortune, Kunciran, Tangerang, jebol. Limpahan air masuk ke sungai di sebelah Kompleks Wisma Tajur. "Tanggulnya jebol yang buat kami kebanjiran. Padahal tanggul itu baru dibuat," ungkap Zaenal.
Sementara Yudi kerabat dari salah satu korban banjir mengatakan dirinya telah menunggu sanak keluarganya untuk dievakuasi ke rumahnya sejak pukul 12.00 WIB. Namun hingga kini dirinya belum dapat membawa keluarga lantaran belum dievakuasi ke wilayah yang aman.
"Sudah hampir empat jam saya menunggu di sini (tempat aman dari banjir) tapi enggak datang-datang. Saya cuma dapat informasi kalau mereka enggak bisa kemana-mana karena belum dievakuasi. Perahu karet sangat butuh," jelas Yudi.
Sebelumnya Komplek Wisma Tajur, Ciledug, Kota Tangerang terendam. Debit air meningkat pesat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Mereka bahkan harus menyelamatkan diri ke lantai dua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)