Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita puluhan kardus obat-obatan keras di tiga toko obat di kawasan Mall Bandara City, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa, 3 Desember 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita puluhan kardus obat-obatan keras di tiga toko obat di kawasan Mall Bandara City, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa, 3 Desember 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

BPOM Sita 172.532 Obat Keras di Tangerang

Nasional obat ilegal
Hendrik Simorangkir • 03 Desember 2019 16:16
Tangerang: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita puluhan kardus berisi obat-obatan keras di tiga toko di kawasan Mall Bandara City, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dari kardus tersebut disita 172.532 potongan obat keras dari toko yang tidak mempunyai izin edar.
 
"Semua itu dengan nilai barang total Rp270 juta," kata Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, di Tangerang, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Penny menjelaskan jenis obat-obatan keras yang disita berupa jenis obat keras yang mengandung psikotropika. Di antaranya jenis trhexiphenydyl, hexymer, tramadol, dan obat-obat lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Penny selain produk ilegal, toko obat-obatan di wilayah tersebut juga menjual obat-obatan keras yang bisa mengganggu fungsi saraf. Pihak BPOM juga lantas menyegel empat tempat lainnya yang berada terpisah di sekitar lokasi.
 
"Satu toko obat di Jalan Salembaran Raya RT 03 RW 06 Kelurahan Selembaran dan satu rumah tinggal dijadikan gudang beralamat di Jalan Kosambi Barat, RT 03 RW 02," jelas Penny.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif