Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Polisi Arab Saudi Dipalak di Bandara Soetta

Nasional pemerasan
Hendrik Simorangkir • 11 Oktober 2019 19:41
Tangerang: Delapan anggota Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditahan diduga karena tindakan pemerasan terhadap lima warga negara asing (WNA) dari Arab Saudi. Lima WNA tersebut diketahui merupakan anggota kepolisian Arab Saudi berpangkat kapten.
 
Dari informasi Medcom.id dapatkan, lima polisi Arab tersebut diperas hingga mengeluarkan kocek senilai Rp10 juta.
 
Kapolresta Bandara Soetta AKBP Arie Ardian Rishadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku penahanan delapan anggota Polresta Bandara Soetta kasusnya ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Detailnya ke Polda ya, ditangani Propam Polda," ujarnya, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Saat ditanya soal waktu dan lokasi persis kejadian tersebut, Arie pun tidak banyak bicara terkait kejadian yang menimpa anak buahnya itu. Ia menambahkan, pihaknya telah sering kali menekankan tentang pentingnya bersikap ramah dan profesional dalam pelayanan.
 
"Nanti lah itu, ke Polda Metro Jaya saja. Yang jelas kalau memang terbukti kan Polda sudah memproses, kita akan lakukan tindakan tegas. Sudah kita tekankan terus ke jajaran dan kita awasi pelaksanaannya," katanya.
 
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, mengatakan informasi yang diterima IPW delapan polisi Bandara Soetta itu memeras lima polisi Arab Saudi yang sedang liburan di Indonesia.
 
"Kami memberi apresiasi pada Polda Metro Jaya yang bertindak cepat dan tegas, dengan menangkap delapan anggota Polresta Bandara Soetta," kata Neta, dalam rilisnya.
 
Neta menjelaskan peristiwa pemerasan lima WNA Arab Saudi itu berawal saat mereka masuk ke Bandara Soetta dan ditahan petugas Bea Cukai Bandara Soetta, karena telah membawa delapan botol miras.
 
"Setelah membayar denda cukai, mereka dilepas bersama delapan botol miras yang mereka bawa. Tapi saat menuju mobil di areal luar bandara, mereka ditangkap oleh polisi Polres Bandara Soetta," jelasnya.
 
Setelah negosiasi, akhirnya kelima polisi Arab Saudi itu memberikan uang Rp10 juta. Tapi itupun belum dilepas. Sebab kedelapan polisi Bandara Soetta itu meminta agar delapan botol miras yang dibawa disita.
 
"Setelah bersitegang, polisi Arab Saudi itu akhirnya pasrah minumannya disita dan akhirnya mereka dilepas. Setelah itu mereka melapor ke Kedutaan di Jakarta," jelasnya.
 
Pihak kedutaan Arab Saudi pun langsung protes kepada pemerintah Indonesia. Saat itu, Polri memburu ke delapan polisi Bandara Soetta yang berulah tersebut dan langsung menciduknya ke Polda Metro.
 
"Saat diperiksa, para pelaku mengaku miras milik polisi Arab Saudi itu sudah habis mereka nikmati. Sementara uang Rp10 juta sudah mereka bagi habis," jelasnya.
 
Sementara, Kepala Bea Cukai Bandara Soetta Erwin Situmorang menuturkan turis asing boleh membawa masuk minuman keras (miras) ke Indonesia, dari negeri asalnya seberat satu kilogram perorang. Menurutnya, delapan botol miras yang dibawa oleh kelima anggota kepolisian dari Arab Saudi yang sedang berlibur ke Indonesia itu, jika di total hanya lima kilogram.
 
"Sebenarnya, aturannya itu mereka hanya dikasih 1 liter perorang, dan satu botol beratnya tidak sampai 1 liter. Untuk biaya cukai, tidak ada itu," jelas Erwin.
 
Erwin mengaku masih belum memantau lebih jauh kasus WNA Arab Saudi itu. Namun, pihaknya memastikan tidak akan berkompromi dengan pelanggaran bea cukai di bandara.
 
"Enggak ada transaksi itu. Saya harus mencari konfirmasi dulu. Saya belum memonitor soal itu. Kalau anggota polisi bandara yang diamankan, itu biar teman-teman dari kepolisian yang menindaklanjuti," katanya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif